Tampilkan postingan dengan label Akhlakul Karimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhlakul Karimah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Januari 2014

Menolong Kaum Dlu’afaa’



Firman Allah SWT :
اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذّبُ بِالدّيْنِ(1) فَذلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ اْليَتِيْمَ(2) وَ لاَ يَحُضُّ عَلى طَعَامِ اْلمِسْكِيْنِ(3) الماعون: 1-3
T
ahukah kamu (orang) yang mendustakan agama ? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. [QS. Al-Maa’uun : 1-3]
فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلاَ تَقْهَرْ(9) وَ اَمَّا السَّآئِلَ فَلاَ تَنْهَرْ(10) الضحى:9-10

Adapun terhadap anak yatim maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang minta-minta maka janganlah kamu menghardiknya. [QS. Adl-Dluha : 9-10]
فَلاَ اقْتَحَمَ اْلعَقَبَةَ(11) وَ مَآ اَدْريكَ مَا اْلعَقَبَةُ(12) فَكُّ رَقَبَةٍ(13) اَوْ اِطْعَامٌ فِيْ يَوْمٍ ذِيْ مَسْغَبَةٍ(14) يَتِيْمًا ذَا مَقْرَبَةٍ(15) اَوْ مِسْكِيْنًا ذَا مَتْرَبَةٍ(16) البلد:11-16

Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar ? Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu ? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau orang miskin yang sangat faqir. [QS. Al-Balad : 11-16]
وَ الَّذِيْنَ فِيْ اَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَّعْلُوْمٌ(24) لِلسَّآئِلِ وَ اْلمَحْرُوْمِ(25). المعارج:24-25

Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta). [QS. Al-Ma’aarij : 24-25]
لِلْفُقَرَآءِ الَّذِيْنَ اُحْصِرُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللهِ لاَ يَسْتَطِيْعُوْنَ ضَرْبًا فِى اْلاَرْضِ يَحْسَبُهُمُ اْلجَاهِلُ اَغْنِيَآءَ مِنَ التَّعَفُّفِ، تَعْرِفُهُمْ بِسِيْميهُمْ لاَ يَسْئَلُوْنَ النَّاسَ اِلْحَافًا، وَ مَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ فَاِنَّ اللهَ بِه عَلِيْمٌ. البقرة:273

(Berinfaqlah) kepada orang-orang faqir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah, mereka tidak dapat (berusaha) di bumi, orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memeihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apasaja harta yang baik yang kamu nafqahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. [QS. Al-Baqarah : 273]

وَ اتِ ذَا اْلقُرْبى حَقَّه وَ اْلمِسْكِيْنَ وَ ابْنَ السَّبِيْلِ وَ لاَ تُبَذّرْ تَبْذِيْرًا. الاسراء:26

Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haqnya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. [QS. Al-Israa’ : 26]
اِنَّ الَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ اَمْوَالَ اْليَتَامى ظُلْمًا اِنَّمَا يَأْكُلُوْنَ فِيْ بُطُوْنِهِمْ نَارًا وَ سَيَصْلَوْنَ سَعِيْرًا النساء: 10

Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara dhalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). [QS. An-Nisaa’ : 10]
وَ يَسْئَلُوْنَكَ عَنِ اْليَتمى قُلْ اِصْلاَحٌ لَّهُمْ خَيْرٌ، وَ اِنْ تُخَالِطُوْهُمْ فَاِخْوَانُكُمْ، وَ اللهُ يَعْلَمُ اْلمُفْسِدَ مِنَ اْلمُصْلِحِ، وَ لَوْ شَآءَ اللهُ َلاَعْنَتَكُمْ، اِنَّ اللهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ. البقرة:220

Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah, “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu menggauli mereka, maka mereka adalah saudaramu dan Allah mengetahui siapa yang berbuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [QS. Al-Baqarah : 220]
Hadits-hadits Nabi SAW :
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: اَنَا وَ كَافِلُ اْليَتِيْمِ فِى اْلجَنَّةِ هكَذَا. وَ قَالَ بِاُصْبُعَيْهِ السَّبَّابَةِ وَ اْلوُسْطَى. البخارى 7: 76

Dari Sahl bin Sa’ad, dari Nabi SAW beliau bersabda, “Saya dan orang yang memelihara anak yatim seperti ini di surga”. Sambil beliau mengisyaratkan dengan dua jari beliau, yaitu jari telunjuk dan jari tengah”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 76]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: كَافِلُ اْليَتِيْمِ لَهُ اَوْ لِغَيْرِهِ اَنَا وَ هُوَ كَهَاتَيْنِ فِى اْلجَنَّةِ. وَ اَشَارَ مَالِكُ بِالسَّبَّابَةِ وَ اْلوُسْطَى. مسلم 4: 2287

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang memelihara anak yatim, baik masih kerabatnya, ataupun anak orang lain, saya dan dia adalah seperti ini di surga nanti”. Malik (perawi) mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah”. [Muslim juz 4, hal. 2287]
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ عَالَ ثَلاَثَةً مِنَ اْلاَيْتَامِ كَانَ كَمَنْ قَامَ لَيْلَهُ وَ صَامَ نَهَارَهُ وَ غَدَا وَ رَاحَ شَاهِرًا سَيْفَهُ فِى سَبِيْلِ اللهِ، وَ كُنْتُ اَنَا وَ هُوَ فِى اْلجَنَّةِ اَخَوَيْنِ هَاتَيْنِ اُخْتَانِ، وَ اَلْصَقَ اُصْبُعَيْهِ السَّبَّابَةَ وَ اْلوُسْطَى. ابن ماجه 2: 1213، ضعيف، في اسناده اسماعيل بن ابراهيم و هو مجهول

Dari Ibnu ‘Abbas RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang memelihara tiga anak yatim, maka dia seperti orang yang selalu shalat malam, berpuasa di siang hari serta datang dan pergi mengangkat pedangnya di jalan Allah. Keadaan saya dan dia di surga bersaudara sebagaimana dua jari ini bersaudara”. Sambil beliau merapatkan dua jari beliau, yaitu jari telunjuk dan jari tengah. [HR. Ibnu Majah juz 2, hal. 1213, dlaif, karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama Isma’il bin Ibrahim, ia majhul]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ رَجًلاً شَكَى اِلىَ رَسُوْلِ اللهِ ص قَسْوَةَ قَلْبِهِ، فقَالَ لَهُ: اِنْ اَرَدْتَ تَلْيِيْنَ قَلْبِكَ فَاَطْعِمِ اْلمِسْكِيْنَ وَ امْسَحْ رَأْسَ اْليَتِيْمِ. احمد 2: 263، ضعيف، فى اسناده رجل مبهم

Dari Abu Hurairah, bahwasanya ada seorang laki-laki mengadu kepada Rasulullah SAW tentang hatinya yang keras, maka (Nabi SAW) bersabda, “Jika kamu ingin hatimu menjadi lembut, maka berilah makan kepada orang miskin dan usaplah kepala anak yatim”. [HR. Ahmad juz 2, hal. 263, dlaif karena di dalam sanadnya ada perawi yang tidak disebutkan namanya]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: السَّاعِى عَلَى اْلاَرْمِلَةِ وَ الْمِسْكِيْنِ كَالْمُجَاهِدِ فِى سَبِيْلِ اللهِ. البحارى 7: 77

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang menolong janda dan orang miskin seperti orang yang berjihad di jalan Allah”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 77]
عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ يَرْفَعُهُ اِلىَ النَّبِيّ ص قَالَ: اَلسَّاعِى عَلَى اْلاَرْمَلَةِ وَ اْلمِسْكِيْنِ كَاْلمُجَاهِدِ فِى سَبِيْلِ اللهِ اَوْ كَالَّذِى يَصُوْمُ النَّهَارَ وَ يَقُوْمُ اللَّيْلَ. البخارى 7: 76

Dari Shafwan bin Sulaim, ia merafa’kannya kepada Nabi SAW, beliau bersabda, “Orang yang menolong janda dan orang miskin adalah seperti orang yang berjihad di jalan Allah, atau seperti orang yang senantiasa berpuasa di siang hari dan shalat malam di malam harinya”. [HR. Bukhari, juz 7, hal. 76]
عَنْ سَعْدٍ قَالَ: كُنَّا مَعَ النَّبِيّ ص سِتَّةَ نَفَرٍ فَقَالَ الْمُشْرِكُوْنَ لِلنَّبِيّ ص: اُطْرُدْ هؤُلاءِ لاَ يَجْتَرِءُوْنَ عَلَيْنَا. قَالَ وَكُنْتُ اَنَا وَ ابْنُ مَسْعُوْدٍ وَ رَجُلٌ مِنْ هُذَيْلٍ وَبِلاَلٌ وَرَجُلاَنِ لَسْتُ اُسَمّيْهِمَا فَوَقَعَ فِى نَفْسِ رَسُوْلِ اللهِ ص مَاشَاءَ اللهُ اَنْ يَقَعَ فَحَدَّثَ نَفْسَهُ فَاَنْزَلَ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ وَلاَ تَطْرُدِ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدوةِ وَالْعَشِيّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَه. مسلم 4: 1878

Dari Sa’ad (bin Abu Waqqash), ia berkata : Dahulu kami berenam (duduk) bersama Nabi SAW. Tiba-tiba datang pemuka-pemuka kaum musyrikin dan berkata kepada Nabi SAW, “Usirlah orang-orang itu dari sisimu supaya mereka tidak kurang ajar kepada kami”. (Sa’ad) berkata : Kami berenam itu ialah, saya sendiri, Ibnu Mas’ud, seorang laki-laki dari Hudzail, Bilal dan dua orang laki-laki, yang tidak saya sebutkan namanya. Maka tergeraklah pada diri Rasulullah SAW apa yang membisikkan di hati beliau maa syaa-Allooh, kemudian Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan ayat, Wa laa tathrudilladziina yad’uuna robbahum bil ghodaati wal ‘asyiyyi yuriiduuna wajhah (Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang selalu berdoa kepada Tuhan mereka diwaktu pagi dan sore semata-mata mengharapkan keridlaan Allah. QS. Al-An’aam : 52). [HR. Muslim juz 4, hal. 1878]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: شَرُّ الطَّعَامِ طَعَامُ  الْوَلِيْمَةِ يُمْنَعُهَا مَنْ يَأْتِيْهَا وَ يُدْعَى اِلَيْهَا مَنْ يَأْبَاهَا. وَ مَنْ لَمْ يُجِبِ الدَّعْوَةَ فَقَدْ عَصَى اللهَ وَرَسُوْلَهُ. مسلم 2: 1055

Dari Abu Hurairah bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Seburuk-buruk makanan itu ialah makanan walimah (jamuan makan) yangmana tidak diundang padanya orang-orang yang memerlukannya dan diundang padanya orang-orang yang tidak memerlukannya. Dan siapa yang tidak memenuhi undangan (walimah) berarti dia bermakshiyat kepada Allah dan Rasul-Nya”. [HR. Muslim juz 2, hal. 1055]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّهُ كَانَ يَقُوْلُ: بِئْسَ الطَّعَامُ طَعَامُ الْوَلِيْمَةِ يُدْعَى اِلَيْهِ اْلاَغْنِيَاءُ وَ يُتْرَكُ الْفُقَرَاءُ. مسلم 2: 1054

Dari Abu Hurairah, bahwasanya ia berkata, “Seburuk-buruk makanan, ialah makanan walimah yang diundang padanya orang-orang kaya sedang orang-orang faqir ditinggalkan”. [HR. Muslim juz 2, hal. 1054]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: بَيْنَا رَجُلٌ بِفَلاَةٍ مِنَ اْلاَرْضِ فَسَمِعَ صَوْتًا فِى سَحَابَةٍ: اِسْقِ حَدِيْقَةَ فُلاَنٍ. فَتَنَحَّى ذلِكَ السَّحَابُ. فَاَفْرَغَ مَائَهُ فِى حَرَّةٍ. فَاِذَا شَرْجَةٌ مِنْ تِلْكَ الشّرَاجِ قَدِ اسْتَوْعَبَتْ ذلِكَ اْلمَاءَ كُلَّهُ. فَتَتَبَّعَ اْلمَاءَ. فَاِذَا رَجُلٌ قَائِمٌ فِى حَدِيْقَتِهِ يُحَوّلُ اْلمَاءَ بِمِسْحَاتِهِ فَقَالَ لَهُ: يَا عَبْدَ اللهِ، مَا اسْمُكَ؟ قَالَ: فُلاَنٌ. ِللاِسْمِ الَّذِى سَمِعَ فِى السَّحَابَةِ. فَقَالَ لَهُ: يَا عَبْدَ اللهِ، لِمَ تَسْأَلُنِى عَنِ اسْمِى؟ فَقَالَ: اِنّى سَمِعْتُ صَوْتًا فِى السَّحَابِ الَّذِى هذَا مَاؤُهُ يَقُوْلُ: اِسْقِ حَدِيْقَةَ فُلاَنٍ. ِلاسْمِكَ. فَمَا تَصْنَعُ فِيْهَا؟ قَالَ: اَمَّا اِذْ قُلْتَ هذَا، فَاِنّى اَنْظُرُ اِلىَ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا، فَاَتَصَدَّقُ بِثُلُثِهِ، وَآكُلُ اَنَا وَ عِيَالِى ثُلُثًا، وَ اَرُدُّ فِيْهَا ثُلُثَهُ. مسلم 4: 2288

Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Suatu ketika ada seorang laki-laki berjalan di suatu padang  pasir, lalu dia mendengar suara dari awan (yang berkata) : Siramilah kebun si Fulan, kemudian awan itu segera bergerak dan mencurahkan airnya di suatu tanah berbatu. Ternyata di situ ada selokan yang menampung semua air tadi. Orang yang mendengar suara dari awan tadi lalu mengikuti aliran air itu, tiba-tiba di situ ada seorang laki-laki yang berdiri di kebunnya sedang memindahkan air dengan gayungnya. Lalu orang tadi bertanya kepadanya, “Hai hamba Allah, siapakah namamu ?”. Lalu orang tersebut menjawab, “Fulan”. Yaitu nama yang ia dengar dari awan tadi. Orang itu balik bertanya, “Hai hamba Allah, kenapa engkau bertanya tentang namaku ?”. Lalu orang tadi menjawab, “Sesungguhnya aku tadi mendengar suara dari awan yang ini airnya. Suara itu mengatakan : “Siramilah kebun si Fulan”, yaitu namamu. Lalu apa yang kamu lakukan terhadap kebunmu ?”. Orang yang memindahkan air tadi menjawab, “Jika kau tanyakan itu, sesungguhnya yang kulakukan terhadap hasil kebunku ini adalah aku sedeqahkan sepertiganya, aku makan bersama keluargaku yang sepertiga, dan aku kembalikan untuk kebun ini sepertiganya”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2288]
عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ رض قَالَ: رَأَى سَعْدٌ رض اَنَّ لَهُ فَضْلاً عَلَى مَنْ دُوْنَهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ ص: هَلْ تُنْصَرُوْنَ وَتُرْزَقُوْنَ اِلاَّ بِضُعَفَائِكُمْ؟ البخارى 3: 225

Dari Mush’ab bin Sa’ad (bin Abu Waqqash) RA, ia berkata : Sa’ad RA pernah menganggap bahwa dirinya punya kelebihan (lebih utama) daripada orang-orang yang di bawahnya, maka Nabi SAW bersabda, “Bukankah kalian diberi pertolongan dan diberi rezqi karena orang-orang lemah kalian ?”. [HR. Bukhari juz 3, hal. 225]
عَنْ اَبِى الدَّرْدَاءِ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: اِبْغُوْنِى فِى ضُعَفَائِكُمْ. فَاِنَّمَا تُرْزَقُوْنَ وَ تُنْصَرُوْنَ بِضُعَفَائِكُمْ. الترميذى 3: 123 و قال: هذا حديث حسن صحيح

Dari Abu Dardaa’, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Mintalah kepadaku lantaran orang-orang lemah kalian. Karena sesungguhnya kalian akan diberi rezqi dan ditolong sebab orang-orang lemah diantara kalian”. [HR. HR Tirmidzi, juz 3, hal. 123, dan ia berkata : Ini adalah hadits hasan shahih]
وَلِلنَّسَائِى بِنَحْوِهِ عَنْ سَعْدِ بْنِ اَبِى وَقَّاصٍ بِزِيَادَةٍ: اِنَّمَا نَصَرَ اللهُ هَذِهِ اْلاُمَّةَ بِضَعِيْفِهَا بِدَعْوَتِهِمْ وَصَلاَتِهِمْ وَاِخْلاَصِهِمْ. فى عون المعبود 184:7

Dan di dalam haditsnya Nasai, seperti itu juga dari Sa’ad bin Abu Waqqash, dengan tambahan, “Hanyasanya Allah akan menolong ummat ini lantaran orang-orang lemahnya, dengan sebab doa mereka, shalat mereka dan keikhlashan mereka”. [Dalam ‘Aunul Ma’bud juz 7, hal. 184] 



Laa Ikraha, Hanya Allah Yang Maha Mengetahui, 

وَ اللهُ اَعْلُمُ
Baca selengkapnya

Kamis, 09 Januari 2014

Sombong



Firman Allah SWT :
وَ لاَ تَمْشِ فِى اْلاَرْضِ مَرَحًا، اِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ اْلاَرْضَ وَ لَنْ تَبْلُغَ اْلجِبَالَ طُوْلاً. الاسراء:37
Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. [QS. Al-Israa' : 37]
وَلاَ تُصَعّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَ لاَ تَمْشِ فِى اْلاَرْضِ مَرَحًا، اِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍ. وَ اقْصِدْ فِيْ مَشْيِكَ وَ اغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ، اِنَّ اَنْكَرَ اْلاَصْوَاتِ لَصَوْتُ اْلحَمِيْرِ. لقمن:18-19
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. [QS. Luqman : 18 - 19]
سَاَصْرِفُ عَنْ ايتِيَ الَّذِيْنَ يَتَكَبَّرُوْنَ فِى اْلاَرْضِ بِغَيْرِ اْلحَقّ، وَ اِنْ يَّرَوْا كُلَّ ايَةٍ لاَّ يُؤْمِنُوْا بِهَا، وَ اِنْ يَّرَوْا سَبِيْلَ الرُّشْدِ لاَ يَتَّخِذُوْهُ سَبِيْلاً، وَ اِنْ يَّرَوْا سَبِيْلَ اْلغَيّ يَتَّخِذُوْهُ سَبِيْلاً، ذلِكَ بِاَنَّهُمْ كَذَّبُوْا بِايتِنَا وَ كَانُوْا عَنْهَا غفِلِيْنَ. الاعراف:146
Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku), mereka tidak mau beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya. [QS. Al-A'raaf : 146]
اِنَّ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِايتِنَا وَ اسْتَكْبَرُوْا عَنْهَا لاَ تُفَتَّحُ لَهُمْ اَبْوَابُ السَّمَآءِ وَ لاَ يَدْخُلُوْنَ اْلجَنَّةَ حَتّى يَلِجَ اْلجَمَلُ فِيْ سَمّ اْلخِيَاطِ، وَ كَذلِكَ نَجْزِى اْلمُجْرِمِيْنَ. الاعراف:40
Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk kelobang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. [QS. Al-A'raaf : 40]
وَ مَآ اَرْسَلْنَا فِيْ قَرْيَةٍ مّنْ نَّذِيْرٍ اِلاَّ قَالَ مُتْرَفُوْهَآ اِنَّا بِمَآ اُرْسِلْتُمْ بِه كفِرُوْنَ. وَ قَالُوْا نَحْنُ اَكْثَرُ اَمْوَالاً وَّ اَوْلاَدًا وَّ مَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِيْنَ. قُلْ اِنَّ رَبّيْ يَبْسُطُ الرّزْقَ لِمَنْ يَّشَآءُ وَ يَقْدِرُ وَ لكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُوْنَ. وَ مَآ اَمْوَالُكُمْ وَلآ اَوْلاَدُكُمْ بِالَّتِيْ تُقَرّبُكُمْ عِنْدَنَا زُلْفى اِلاَّ مَنْ امَنَ وَ عَمِلَ صَالِحًا فَاُولئِكَ لَهُمْ جَزَآءُ الضّعْفِ بِمَا عَمِلُوْا وَ هُمْ فِى اْلغُرُفَاتِ امِنُوْنَ. سبأ:34-37
Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatanpun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata, "Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya". Dan mereka berkata, "Kami lebih banyak mem-punyai harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami sekali-kali tidak akan diadzab". Katakanlah, "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezqi bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya), akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun, tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga). [QS. Saba' : 34-37]
وَ اعْبُدُوا اللهَ وَ لاَ تُشْرِكُوْا بِه شَيْئًا وَّ بِاْلوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّ بِذِى اْلقُرْبى وَ اْليَتَامى وَ اْلمَسَاكِيْنِ وَ اْلجَارِذِى اْلقُرْبى وَ اْلجَارِ اْلجُنُبِ وَ الصَّاحِبِ بِاْلجَنْبِ وَ ابْنِ السَّبِيْلِ وَ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ، اِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالاً فَخُوْرًا. النساء:36
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. [QS. An-Nisaa' : 36]
Hadits-hadits Nabi SAW :
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: يَقُوْلُ اللهُ جَلَّ وَ عَلاَ: اَلْكِبْرِيَاءُ رِدَاءِيْ وَ اْلعَظَمَةُ اِزَارِيْ. فَمَنْ نَازَعَنِيْ وَاحِدًا مِنْهُمَا اَلْقَيْتُهُ فِى النَّارِ. ابن ماجه فى الترغيب و الترهيب 3: 563
Dari Ibnu Abbas RA ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Allah Jalla wa 'Alaa berfirman : Sombong itu adalah selendang-Ku dan kebesaran itu adalah pakaian-Ku, maka barangsiapa mencabut salah satunya dari-Ku, Aku akan melemparkan orang itu ke neraka". [HR. Ibnu Majah, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 563]
عَنْ فَضَالَةَ بْن عُبَيْدٍ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: ثَلاَثَةٌ لاَ يُسْأَلُ عَنْهُمْ: رَجُلٌ نَازَعَ اللهَ رِدَاءَهُ، فَاِنَّ رِدَاءَهُ اْلكِبْرُ، وَ اِزَارَهُ اْلعِزُّ، وَ رَجُلٌ فِى شَكّ مِنْ اَمْرِ اللهِ، وَ اْلقُنُوْطُ مِنْ رَحْمَتِهِ. الطبرانى فى الترغيب و الترهيب 3: 562
Dari Fadlalah bin 'Ubaid RA ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, "Ada tiga golongan yang tidak perlu ditanya tentang mereka itu (dan langsung dimasukkan neraka) yaitu : 1. Orang yang mencabut selendang Allah, sesungguhnya selendang Allah itu adalah sombong dan pakaian-Nya adalah kebesaran, 2. Orang yang ragu-ragu terhadap perintah Allah dan, 3. Orang yang putus asa dari rahmat Allah". [HR. Thabarani, dalam Tarhib wat Targhib juz 3, hal. 562]
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ رض اَنَّهُ سَمِعَ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَا مِنْ رَجُلٍ يَمُوْتُ حِيْنَ يَمُوْتُ وَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ كِبْرٍ تَحِلُّ لَهُ اْلجَنَّةُ اَنْ يَرِيْحَ رِيْحَهَا وَ لاَ يَرَاهَا. احمد فى الترغيب و الترهيب 3: 566
Dari Uqbah bin 'Amir RA, sesungguhnya ia mendengar Rasulullah SAW, bersabda, "Orang yang meninggal dunia, dan ketika ia meninggal itu di dalam hatinya masih ada sebesar biji sawi dari sombong, maka tidaklah halal baginya surga, tidak mencium baunya dan tidak pula melihatnya". [HR. Ahmad, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 566]
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رض عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: لاَ يَدْخُلُ اْلجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ. فَقَالَ رَجُلٌ: اِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ اَنْ يَكُوْنَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَ نَعْلُهُ حَسَنَةً؟ قَالَ: اِنَّ اللهَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ اْلجَمَالَ. اَلْكِبْرُ بَطَرُ اْلحَقّ وَ غَمْطُ النَّاسِ. مسلم و الترمذى فى الترغيب و الترهيب 3: 567
Dari Abdullah bin Mas'ud RA, dari Nabi SAW beliau bersabda, "Tidak akan masuk surga barangsiapa yang di dalam hatinya itu ada sebesar dzarrah dari sombong".  Lalu ada seorang laki-laki bertanya, "Sesungguhnya ada orang senang bajunya itu bagus dan sandalnya bagus, (yang demikian itu bagaimana, ya Rasulullah ?"). Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah itu indah dan suka pada keindahan. Sombong itu ialah menolak kebenaran dan merendahkan manusia". [HR. Muslim dan Tirmidzi, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 567]
عَنْ حَارِثَةَ بْنِ وَهْبٍ رض قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: اَلاَ اُخْبِرُكُمْ بِاَهْلِ النَّارِ؟ كُلُّ عُتُلّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ. البخارى و مسلم فى الترغيب و الترهيب 3: 563
Dari Haritsah bin Wahb RA ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Maukah kuberitahukan kepadamu akan penghuni neraka ? Yaitu setiap orang yang keras, kasar lagi sombong". [HR. Bukhari dan Muslim, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 563]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَرْبَعَةٌ يَبْغَضُهُمُ اللهُ: اَلْبَيَّاعُ اْلحَلاَّفُ، وَ اْلفَقِيْرُ اْلمُخْتَالُ، وَ الشَّيْخُ الزَّانِى وَ اْلاِمَامُ اْلجَائِرُ. النسائى و ابن حبان فى الترغيب و الرهيب 3: 565
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Ada empat golongan yang Allah benci kepada mereka itu; yaitu : Pedagang yang banyak bersumpah, orang fakir yang sombong, orang tua yang berzina dan pemimpin yang dhalim". [HR. Nasai dan Ibnu Hibban, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 565]
عَنْ سَلْمَانَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: ثَلاَثَةٌ لاَ يَدْخُلُوْنَ اْلجَنَّةَ: اَلشَّيْخُ الزَّانِى، وَ اْلاِمَامُ اْلكَذَّابُ، وَ اْلعَائِلُ الْمَزْهُوُّ. البزار باسناد جيد فى الترغيب و الترهيب 3: 565
Dari Salman RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Tiga golongan tidak akan masuk surga, yaitu: Orang tua yang berzina, pemimpin yang banyak berdusta, dan orang miskin yang 'ujub lagi sombong". [HR. Al-Bazzar dengan sanad yang baik, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 565]
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَنْ تَعَظَّمَ فِى نَفْسِهِ اَوِ اخْتَالَ فِى مِشْيَتِهِ لَقِيَ اللهَ تَبَارَكَ وَ تَعَالَى وَ هُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ. الطبرانى فى الكبير فى الترغيب و الترهيب 3: 569
Dari Ibnu Umar RA ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa merasa besar pada dirinya atau sombong dalam berjalannya, pasti akan bertemu Allah tabaaroka wa ta'aalaa murka kepadanya". [HR. Thabarani di dalam Al-Kabir, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 569]
عَنْ عِيَاضِ بْنِ حَمَّادٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ اللهَ اَوْحَى اِلَيَّ اَنْ تَوَاضَعُوْا حَتَّى لاَ يَفْخَرَ اَحَدٌ عَلَى اَحَدٍ وَلاَ يَبْغِيَ اَحَدٌ عَلَى اَحَدٍ. مسلم و ابو داود و ابن ماجه فى الترغيب و الترهيب 3: 557
Dari 'Iyadl bin Hammad RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepada saya agar supaya kamu sekalian bertawadlu', sehingga seseorang tidak merasa sombong terhadap yang lain dan seseorang tidak pula berbuat dhalim terhadap yang lain". [HR. Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 557]
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ سَلاَمٍ رض اَنَّهُ مَرَّ فِى السُّوْقِ وَ عَلَيْهِ حُزْمَةٌ مِنْ حَطَبٍ فَقِيْلَ لَهُ: مَا يَحْمِلُكَ عَلَى هذَا، وَ قَدْ اَغْنَاكَ اللهُ عَنْ هذَا؟ قَالَ: اَرَدْتُ اَنْ اَدْفَعَ اْلكِبْرَ، سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: لاَ يَدْخُلُ اْلجَنَّةَ مَنْ فِى قَـلْبِهِ خَرْدَلَةٌ مِنْ كِبْرٍ. الطبرانى بإسناد حسن فى الترغيب و الترهيب 3: 566
Dari Abdullah bin Salam RA bahwasanya ia pernah berjalan di pasar dengan membawa seikat kayu bakar. Lalu ada orang bertanya kepadanya, "Apa yang menyebabkan engkau berbuat demikian, padahal Allah telah mencukupkan kamu dari semua ini ?". Ia menjawab:  Saya ingin  menghilangkan kesombongan, karena aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sebesar biji sawi dari sombong". [HR. Thabarani dengan sanad Hasan, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 566]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: لَيَنْتَهِيَنَّ اَقْوَامٌ يَفْتَخِرُوْنَ بِابَائِهِمِ الَّذِيْنَ مَاتُوْا اِنَّمَا هُمْ فَحْمُ جَهَنَّمَ اَوْ لَيَكُوْنُنَّ اَهْوَنَ عَلَى اللهِ مِنَ اْلجُعَلِ الَّذِى يُدَهْدِهُ اْلخِرَاءَ بِاَنْفِهِ، اِنَّ اللهَ اَذْهَبَ عَنْكُمْ عُبّيَّةَ اْلجَاهِلِيَّةِ وَ فَخْرَهَا بِاْلابَاءِ اِنَّمَا هُوَ مُؤْمِنٌ تَقِيٌّ وَ فَاجِرٌ شَقِيٌّ النَّاسُ كُلُّهُمْ بَنُوْ ادَمَ وَ ادَمُ خُلِقَ مِنَ التُّرَابِ. الترميذى و قال هذا حديث حسن 5: 390
Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW beliau bersabda, “Sungguh orang-orang akan berhenti dari membanggakan nenek moyang mereka yang telah mati, karena sesungguhnya mereka itu hanyalah arang neraka jahannam, atau mereka akan menjadi orang yang menurut Allah kedudukannya lebih rendah daripada serangga yang membolak-balikkan kotoran dengan moncongnya. Sesungguhnya Allah telah menghilangkan dari kalian kesombongan jahiliyyah dan membangga-banggakan nenek moyang. Orang itu hanya (dua macam), mukmin yang bertaqwa atau durhaka yang celaka. Manusia itu semuanya adalah keturunan Adam, sedangkan Adam diciptakan dari tanah. [HR. Tirmidzi juz 5, hal. 390]



Laa Ikraha, Hanya Allah Yang Maha Mengetahui, 

وَ اللهُ اَعْلُمُ
Baca selengkapnya