
39. Berdiri ketika ada jenazah lewat.
عَنْ عَامِرِ بْنِ رَبِيْعَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِذَا رَأَيْتُمُ اْلجَنَازَةَ فَقُوْمُوْا لَهَا حَتَّى تُخَلّفَكُمْ اَوْ تُوْضَعَ. مسلم 2: 659
Dari ‘Amir bin Rabi’ah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Apabila kalian melihat jenazah, maka berdirilah untuk menghormatinya sehingga jenazah itu meninggalkan kalian atau jenazah itu diletakkan”. [HR. Muslim juz 2, hal. 659]
عَنْ جَابِرِ ابْنِ عَبْدِ اللهِ رض قَالَ: مَرَّ بِنَا جَنَازَةٌ، فَقَامَ لَهَا النَّبِيُّ ص وَ قُمْنَا، فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِنَّهَا جَنَازَةُ يَهُوْدِيّ، قَالَ: اِذَا رَأَيْتُمُ اْلجَنَازَةَ فَقُوْمُوْا. البخارى 2: 87
Dari Jabir bin ‘Abdullah RA, ia berkata : Pernah suatu jenazah dibawa melewati kami, kemudian Nabi SAW berdiri untuk menghormatinya dan kami pun berdiri pula. Kemudian kami berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya itu adalah jenazah orang Yahudi”. Beliau bersabda, “Apabila kalian melihat jenazah, maka berdirilah (untuk menghormatinya)”. [HR. Bukhari juz 2, hal. 87]
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمنِ بْنِ اَبِى لَيْلَى قَالَ: كَانَ سَهْلُ بْنُ حُنَيْفٍ وَ قَيْسُ بْنُ سَعْدٍ قَاعِدَيْنِ بِاْلقَادِسِيَّةِ، فَمَرُّوْا عَلَيْهِمَا بِجَنَازَةٍ، فَقَامَا، فَقِيْلَ لَهُمَا: اِنَّهَا مِنْ اَهْلِ اْلاَرْضِ أَيْ مِنْ اَهْلِ الذّمَّةِ، فَقَالاَ: اِنَّ النَّبِيَّ ص مَرَّتْ بِهِ جَنَازَةٌ فَقَامَ، فَقِيْلَ لَهُ: اِنَّهَا جَنَازَةُ يَهُوْدِيّ، فَقَالَ: اَلَيْسَتْ نَفْسًا؟ البخارى 2: 87
Dari ‘Abdur Rahman bin Abu Laila, ia berkata : Dahulu Sahl bin Hunaif dan Qais bin Sa’ad ketika keduanya sedang duduk di Qadisiyah, lalu lewat di hadapan mereka satu jenazah, maka mereka berdua berdiri. Kemudian mereka diberitahu bahwa jenazah tersebut adalah dari penduduk daerah itu, yakni orang kafir dzimmi. Lalu mereka berdua berkata, “Sesungguhnya Nabi SAW, pernah ada jenazah lewat di hadapan beliau, maka beliau berdiri”. Lalu dikatakan kepada beliau bahwa itu adalah jenazah orang Yahudi, maka Nabi SAW menjawab, “Bukankah dia itu juga manusia ?”. [HR. Bukhari juz 2, hal. 87]
عَنْ عَلِيّ ابْنِ اَبِى طَالبٍ اَنَّ النَّبِيَّ ص قَامَ فِى اْلجَنَازَةِ، ثُمَّ قَعَدَ بَعْدُ. ابو داود 3: 204
Dari ‘Ali bin Abu Thalib, bahwasanya dahulu Nabi SAW berdiri untuk menghormati jenazah, kemudian sesudah itu beliau duduk”. [HR. Abu Dawud juz 3, hal. 204]
عَنْ عَلِيّ قَالَ: رَأَيْنَا رَسُوْلَ اللهِ ص قَامَ فَقُمْنَا وَ قَعَدَ فَقَعَدْنَا، يَعْنِى فِى اْلجَنَازَةِ. مسلم 2: 662
Dari ‘Ali, ia berkata, “Dahulu kami melihat Rasulullah SAW berdiri, maka kami pun berdiri. Kemudian kami melihat beliau duduk, maka kamipun duduk, yakni dalam menghormati jenazah”. [HR. Muslim juz 2, hal. 662]
عَنِ ابْنِ سِيْرِيْنَ قَاَلَ:مُرَّ بِجَنَازَةٍ عَلَى اْلحَسَنِ بْنِ عَلِيّ وَ ابْنِ عَبَّاسٍ، فَقَامَ اْلحَسَنُ وَ لَمْ يَقُمِ ابْنُ عَبَّاسٍ، فَقَالَ اْلحَسَنُ ِلابْنِ عَبَّاسٍ: اَمَا قَامَ لَهَا رَسُوْلُ اللهِ ص؟ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: قَامَ لَهَا ثُمَّ قَعَدَ. النسائى 4: 47
Dari Ibnu Siiriin, ia berkata : Ada satu jenazah dibawa melewati Hasan bin ‘Ali dan Ibnu ‘Abbas, lalu Hasan berdiri sedang Ibnu ‘Abbas tidak, kemudian Hasan berkata kepada Ibnu ‘Abbas, “Bukankah Rasulullah SAW berdiri untuk menghormati jenazah ?”. Ibnu ‘Abbas menjawab, “Rasulullah SAW berdiri untuk menghormatinya, kemudian duduk”. [HR. Nasai juz 4, hal. 47]
Keterangan :
Dari hadits-hadits di atas bisa kita ketahui bahwa ketika ada jenazah lewat, pernah Nabi SAW berdiri untuk menghormatinya dan pernah pula beliau duduk.
40. Anjuran ziyarah qubur.
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: زُوْرُوا اْلقُبُوْرَ فَاِنَّهَا تُذَكّرُكُمُ اْلآخِرَةَ. ابن ماجه 1: 500، رقم: 1569
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Berziyarah quburlah kalian, karena hal itu akan mengingatkan kalian pada akhirat”. [HR. Ibnu Majah juz 1, hal. 500, no. 1569]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِسْتَأْذَنْتُ رَبّى اَنْ اَسْتَغْفِرَ ِلاُمّى فَلَمْ يَأْذَنْ لِى وَ اِسْتَأْذَنْتُهُ اَنْ اَزُوْرَ قَبْرَهَا فَاَذِنَ لِى. مسلم 2: 671
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Aku minta izin kepada Tuhanku untuk memohonkan ampun ibuku, namun Dia tidak mengidzinkanku, dan aku memohon idzin kepada-Nya untuk menziyarahi quburnya, maka Dia mengidzinkan aku”. [HR. Muslim juz 2, hal. 671]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: زَارَ النَّبِيُّ ص قَبْرَ اُمّهِ فَبَكَى وَ اَبْكَى مَنْ حَوْلَهُ فَقَالَ: اِسْتَأْذَنْتُ رَبّى فِى اَنْ اَسْتَغْفِرَ لَهَا فَلَمْ يُؤْذَنْ لِى وَ اسْتَأْذَنْتُهُ فِى اَنْ اَزُوْرَ قَبْرَهَا فَاُذِنَ لِى، فَزُوْرُوا اْلقُبُوْرَ، فَاِنَّهَا تُذَكّرُ اْلمَوْتَ. مسلم 2: 671
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Nabi SAW pernah berziyarah qubur ke qubur ibunya, lalu beliau menangis, dan menyebabkan menangis pula orang-orang yang di sekitarnya. Lalu beliau bersabda, “Aku minta idzin kepada Tuhanku untuk memintakan ampun ibuku, tetapi aku tidak diidzinkan. Dan aku minta idzin kepada-Nya untuk menziyarahi qubur ibuku, lalu diidzinkan. Maka berziyarah quburlah kalian, karena ziyarah qubur itu mengingatkan mati”. [HR. Muslim juz 2, hal. 671]
عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ اَبِيْهِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: قَدْ كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ اْلقُبُوْرِ، فَقَدْ اُذِنَ لِمُحَمَّدٍ فِى زِيَارَةِ قَبْرِ اُمّهِ، فَزُوْرُوْهَا فَاِنَّهَا تُذَكّرُ اْلآخِرَةَ. الترمذى 2: 259، و قال حديث بريدة حديث حسن صحيح
Dari Sulaiman bin Buraidah, dari bapaknya, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya dahulu aku melarang kamu sekalian ziyarah qubur, tetapi (sekarang) telah diizinkan kepada Muhammad untuk menziyarahi qubur ibunya. Oleh karena itu berziyarah quburlah kalian, karena ziyarah qubur itu dapat mengingatkan akhirat”. [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 259, dan ia mengatakan haditsnya Buraidah ini adalah hadits hasan shahih]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص لَعَنَ زَوَّارَاتِ اْلقُبُوْرِ. الترمذى 2: 259، و قال: هذا حديث حسن صحيح
Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW melaknat para wanita yang sering berziyarah qubur. [HR. Tirmidzi juz 2, hal. 259, dan dia mengatakan : Ini hadits hasan shahih]
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ اَبِى مُلَيْكَةَ اَنَّ عَائِشَةَ اَقْبَلَتْ ذَاتَ يَوْمٍ مِنَ اْلمَقَابِرِ فَقُلْتُ لَهَا، يَا اُمَّ اْلمُؤْمِنِيْنَ، مِنْ اَيْنَ اَقْبَلْتِ؟ قَالَتْ: مِنْ قَبْرِ اَخِى عَبْدِ الرَّحْمنِ بْنِ اَبِى بَكْرٍ. فَقُلْتُ لَهَا: اَلَيْسَ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص نَهَى عَنْ زِيَارَةِ اْلقُبُوْرِ؟ قَالَتْ: نَعَمْ، كَانَ نَهَى، ثُمَّ اَمَرَ بِزِيَارَتِهَا. الحاكم فى المستدرك 1: 532، رقم: 1392
Dari ‘Abdullah bin Abu Mulaikah bahwa ‘Aisyah pada suatu hari datang dari quburan, lalu aku bertanya kepadanya, “Ya Ummul mu’minin, dari mana engkau datang ?”. Dia menjawab, “Dari qubur saudaraku, ‘Abdur Rahman bin Abu Bakar”. Lalu aku bertanya kepadanya, “Bukankah Rasulullah SAW melarang ziyarah qubur ?”. Dia menjawab, “Benar, dahulu beliau melarang, (tetapi) kemudian beliau menyuruh untuk menziyarahinya”. [HR. Hakim dalam Al-Mustadrak juz 1, hal. 532, no. 1392]
عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض قَالَ: مَرَّ النُّبِيُّ ص بِامْرَأَةٍ تَبْكِى عِنْدَ قَبْرٍ فَقَالَ: اِتَّقِى اللهَ وَ اصْبِرِى. قَالَتْ: اِلَيْكَ عَنّى فَاِنَّكَ لَمْ تُصَبْ بِمُصِيْبَتِى، وَ لَمْ تَعْرِفْهُ. فَقِيْلَ لَهَا اِنَّهُ النَّبِيُّ ص. فَاَتَتْ بَابَ النَّبِيّ ص فَلَمْ تَجِدْ عِنْدَهُ بَوَّابِيْنَ فَقَالتْ: لَمْ اَعْرِفْكَ. فَقَالَ: اِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ اْلاُوْلىَ. البخارى 2: 79
Dari Anas bin Malik RA, ia berkata : Nabi SAW melewati seorang wanita yang sedang menangis di dekat qubur, lalu beliau bersabda, “Bertaqwalah kamu kepada Allah dan bershabarlah”. Wanita itu berkata, “Menjauhlah kamu dariku, karena kamu tidak merasakan ditimpa mushibah seperti aku”. Wanita itu belum tahu bahwa beliau adalah Nabi SAW. Lalu ia diberitahu bahwa itu adalah Nabi SAW. Kemudian wanita itu datang ke rumah Nabi SAW, dan ia tidak mendapatkan penjaga pintu padanya, lalu wanita itu berkata, ”(Saya mohon maaf karena) saya belum mengenal engkau”. Lalu Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya shabar itu pada benturan yang pertama”. [HR. Bukhari juz 2, hal. 79]
41. Doa masuk pequburan.
Tentang doa masuk pequburan ada bermacam-macam, diantaranya sebagaimana riwayat berikut ini :
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص اَتَى اْلمَقْبَرَةَ، فَقَالَ: اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِيْنَ وَ اِنَّا اِنْ شَآءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ. مسلم 1: 218
Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW datang ke pequburan, beliau mengucapkan, “Assalaamu ‘alaikum daaro qoumin mu’miniin wa innaa in syaa-alloohu bikum laahiquun”. (Semoga keselamatan atas kamu sekalian wahai penghuni perkampungan orang-orang mu’min, dan insya Allah kami pun akan menyusul kalian). [HR. Muslim juz 1, hal. 218]
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص يُعَلّمُهُمْ اِذَا خَرَجُوْا اِلَى اْلمَقَابِرِ فَكَانَ قَائِلُهُمْ يَقُوْلُ: اَلسَّلاَمُ عَلَى اَهْلِ الدّيَارِ مِنَ اْلمُؤْمِنِيْنَ وَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ اِنَّا اِنْ شَاءَ اللهُ لَلاَحِقُوْنَ، اَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَ لَكُمُ اْلعَافِيَةَ. و فى رواية: اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ اَهْلَ الدّيَارِ مِنَ اْلمُؤْمِنِيْنَ وَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ اِنَّا اِنْ شَاءَ اللهُ لَلاَحِقُوْنَ. اَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَ لَكُمُ اْلعَافِيَةَ. مسلم 2: 671
Adalah Rasulullah SAW mengajar para shahabat apabila pergi ke pequburan agar mereka membaca, “Assalaamu ‘alaa ahlid-diyaar minal mukminiina wal muslimiin wa innaa insyaa-alloohu lalaahiquun. As-alullooha lanaa wa lakumul-’aafiyah” (Semoga keselamatan atas penghuni qubur ini dari orang-orang mukmin dan orang-orang muslim, dan kami insya Allah akan menyusul, aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan untuk kalian). Dan dalam satu riwayat, “Assalaamu ‘alaikum ahlad-diyaar minal mukminiina wal muslimiin wa innaa insyaa-alloohu lalaahiquun. As-alullooha lanaa wa lakumul ‘aafiyah” (Semoga keselamatan atas kalian wahai penghuni qubur dari orang-orang mukmin dan orang-orang muslim, dan insya Allah kami akan menyusul. Aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan untuk kalian). [HR. Muslim juz 2, hal. 671]
عَنْ عَائِشَةَ رض قَالَتْ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص كُلَّمَا كَانَ لَيْلَتُهَا مِنْ رَسُوْلِ اللهِ ص يَخْرُجُ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ اِلَى اْلبَقِيْعِ، فَيَقُوْلُ: اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِيْنَ وَ اَتَاكُمْ مَا تُوْعَدُوْنَ غَدًا مُؤَجَّلُوْنَ وَ اِنَّا اِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ. اَللّهُمَّ اغْفِرْ ِلاَهْلِ بَقِيْعِ اْلغَرْقَدِ. مسلم 2: 669
Dari ‘Aisyah RA, ia berkata : Adalah Rasulullah SAW ketika berada pada malam giliran ‘Aisyah, beliau pergi keluar (dari rumahnya) ke Baqi’, ketika itu waktu sudah larut malam, beliau membaca Assalaamu ‘alaikum daaro qoumin mukminiin, wa ataakum maa tuu’aduuna ghodan muajjaluun. Wa innaa insyaa-alloohu bikum laahiquun. Alloohummaghfir liahli baqii’il ghorqod (Semoga keselamatan atas kalian wahai penghuni perkampungan orang-orang yang beriman, apa yang dijanjikan nanti pasti sampai pada kalian, kalian masih diberi waktu menunggu. Sesungguhnya kami insya Allah akan manyusul kalian. Ya Allah, ampunilah penghuni (qubur) Al-Baqii’il Ghorqod). [HR. Muslim juz 2, hal. 669]
عَنْ بُرَيْدَةَ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص يُعَلّمُهُمْ اِذَا خَرَجُوْا اِلىَ اْلمَقَابِرِ كَانَ قَائِلُهُمْ يَقُوْلُ: اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ اَهْلَ الدّيَارِ مِنَ اْلمُؤْمِنِيْنَ وَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ اِنَّا اِنْ شَآءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ. نَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَ لَكُمُ اْلعَافِيَةَ. ابن ماجه 1: 494، رقم : 1547
Dari Buraidah, ia berkata : Rasulullah SAW pernah mengajarkan mereka (para shahabat), apabila keluar untuk berziyarah qubur supaya mengucapkan “Assalaamu ‘alaikum ahlad-diyaar minal mu’miniina wal muslimiin wa innaa insyaa-alloohu bikum laahiquun, nas-alullooha lanaa wa lakumul ‘aafiyah”. (Semoga keselamatan atas kamu sekalian wahai penghuni perkampungan ini, dari kaum mu’minin dan muslimin, dan sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kamu sekalian). [HR. Ibnu Majah juz 1, hal. 494, no. 1547]
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: فَقَدْتُهُ (تَعْنِى النَّبِيَّ ص) فَاِذَا هُوَ بِاْلبَقِيْعِ، فَقَالَ: اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِيْنَ اَنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ وَ اِنَّا بِكُمْ لاَحِقُوْنَ. اَللّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا اَجْرَهُمْ وَ لاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُمْ. ابن ماجه 1: 493، رقم: 1546
Dari ‘Aisyah, ia berkata : Aku kehilangan beliau (yakni Nabi SAW), ternyata beliau pergi ke (quburan) Baqi’. Beliau mengucapkan, “Assalaamu ‘alaikum daaro qoumin mu’miniin, antum lanaa farothun wa innaa bikum laahiquun. Alloohumma laa tahrimnaa ajrohum walaa taftinnaa ba’dahum”. (Semoga keselamatan atas kalian wahai penghuni perkampungan orang-orang mu’min, kalian sebagai pendahulu kami, dan kami akan menyusul kalian. Ya Allah, janganlah Engkau halangi kami terhadap pahala mereka, dan janganlah Engkau jadikan fitnah kepada kami sesudah mereka). [HR. Ibnu Majah juz 1, hal. 493, no. 1546, dla’if karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama ‘Aashim bin ‘Ubaidillah]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص خَرَجَ اِلَى اْلمَقْبَرَةِ فَقَالَ: اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِيْنَ وَ اِنَّا اِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ. ابو داود 3: 219، رقم: 3237
Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW keluar ke pequburan, beliau mengucapkan, “Assalaamu ‘alaikum daaro qoumin mu’miniin wa innaa insyaa-alloohu bikum laahiquun”. (Semoga keselamatan atas kalian wahai penghuni perkampungan kaum mu’minin, dan sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian). [HR. Abu Dawud juz 3, hal. 219, no. 3237] To Be Continued....
Laa Ikraha, Hanya Allah Yang Maha Mengetahui,
وَ اللهُ اَعْلُمُ
وَ اللهُ اَعْلُمُBagikan
Ahkamul Janaiz (13)
4/
5
Oleh
Fatima
