Gambaran surga dan neraka (9)
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: مَنْ امَنَ بِاللهِ وَ رَسُوْلِهِ وَ اَقَامَ الصَّلاَةَ وَ صَامَ رَمَضَانَ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ اَنْ يُدْخِلَهُ اْلجَنَّةَ هَاجَرَ فِى سَبِيْلِ اللهِ اَوْ جَلَسَ فِى اَرْضِهِ الَّتِى وُلِدَ فِيْهَا. قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ اَفَلاَ نُنَبّئُ النَّاسَ بِذلِكَ؟ قَالَ: اِنَّ فِى اْلجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ اَعَدَّهَا اللهُ لِلْمُجَاهِدِيْنَ فِى سَبِيْلِهِ. كُلُّ دَرَجَتَيْنِ مَا بَيْنَهُمَا كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَ اْلاَرْضِ. فَاِذَا سَاَلْتُمُ اللهَ فَسَلُوْهُ اْلفِرْدَوْسَ فَاِنَّهُ اَوْسَطُ اْلجَنَّةِ وَ اَعْلَى اْلجَنَّةِ وَ فَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمنِ وَ مِنْهُ تَفَجَّرُ اَنْهَارُ الْجَنَّةِ. البخارى 8: 176
Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, dan berpuasa Ramadlan, maka haq atas Allah memasukkannya ke surga, baik ia ikut berhijrah di jalan Allah atau dia tetap tinggal di bumi kelahirannya”. Mereka (para shahabat) bertanya, “Apakah boleh kami beritahukan kepada orang-orang mengenai hal ini ?”. Beliau bersabda, “Sesungguhnya di surga terdapat seratus tingkatan yang telah disiapkan oleh Allah untuk orang-orang yang berjihad di jalan-Nya. Setiap dua tingkatan jaraknya ialah seperti jarak langit dan bumi. Jika kalian memohon kepada Allah, maka mohonlah kepada-Nya surga Firdaus. Sesungguhnya surga Firdaus itu kelas menengah dan kelas tertingginya surga. Dan di atasnya terdapat ‘Arsy Allah Yang Maha Pengasih. Dari sanalah mengalir sungai-sungai surga”. [HR. Bukhari 8 : 176]
عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا اْلكَوْثَرُ؟ قَالَ: ذَاكَ نَهْرٌ اَعْطَانِيْهِ اللهُ يَعْنِى فِى اْلجَنَّةِ اَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ وَاَحْلَى مِنَ اْلعَسَلِ فِيْهَا طَيْرٌ اَعْنَاقُهَا كَاَعْنَاقِ اْلجُزُرِ. قَالَ عُمَرُ: اِنَّ هذِهِ النَّاعِمَةُ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَكْلَتُهَا اَنْعَمُ مِنْهَا. الترمذى 4: 87
Dari Anas bin Malik, ia berkata : Rasulullah SAW ditanya, “Apa itu Kautsar ?”. Beliau menjawab, “Itu adalah sungai yang Allah memberikannya kepadaku di surga, (airnya) lebih putih dari pada susu dan lebih manis daripada madu. Di dalamnya ada burung yang lehernya sebesar leher unta”. ‘umar berkata, “Sungguh ini burung unta”. Rasulullah SAW bersabda, “Memakannya lebih nikmat daripada burung unta”. [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 87]
عَنْ حَكِيْمِ بْنِ مُعَاوِيَةَ عَنْ اَبِيْهِ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: اِنَّ فِى اْلجَنَّةِ بَحْرَ اْلمَاءِ وَ بَحْرَ اْلعَسَلِ وَ بَحْرَ اللَّبَنِ وَ بَحْرَ اْلخَمْرِ، ثُمَّ تُشَقَّقُ اْلاَنْهَارُ بَعْدُ. الترمذى 4: 100
Dari Hakim bin Mu’awiyah, dari bapaknya dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Sesungguhnya di surga ada lautan air, lautan madu, lautan susu dan lautan khamr, kemudian sungai-sungai itu dialirkan setelah penghuni surga telah memasukinya”. [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 100]
عَنْ سُلَيْمَانَ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ اَبِيْهِ اَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النَّبِيَّ ص، فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، هَلْ فِى اْلجَنَّةِ مِنْ خَيْلٍ؟ قَالَ: اِنْ اَدْخَلَكَ اللهُ اْلجَنَّةَ فَلاَ تَشَاءُ اَنْ تُحْمَلَ فِيْهَا عَلَى فَرَسٍ مِنْ يَاقُوْتَةٍ حَمْرَاءَ تَطِيْرُ بِكَ فِى اْلجَنَّةِ حَيْثُ شِئْتَ اِلاَّ فَعَلْتَ. قَالَ: وَ سَأَلَهُ رَجُلٌ فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، هَلْ فِى اْلجَنَّةِ مِنْ اِبِلٍ؟ قَالَ: فَلَمْ يَقُلْ لَهُ مَا قَالَ لِصَاحِبِهِ. فَقَالَ: اِنْ يُدْخِلْكَ اللهُ اْلجَنَّةَ يَكُنْ لَكَ فِيْهَا مَا اشْتَهَتْ نَفْسُكَ وَ لَذَّتْ عَيْنُكَ. الترمذى 4: 87
Dari Sulaiman bin Buraidah, dari bapaknya bahwa seseorang bertanya kepada Nabi SAW, “Ya Rasulullah, apakah di surga itu ada kuda ?”. Beliau menjawab, “Jika Allah memasukkan kamu ke surga, maka kamu tidak berkehendak dibawa di atas kuda dari yaqut merah yang menerbangkan kamu di surga kemana saja kamu kehendaki kecuali terlaksana”. Perawi berkata, :Seseorang bertanya kepada beliau, “Ya Rasulullah, apakah di surga ada unta ?”. Rawi berkata : Beliau tidak menjawab kepadanya seperti apa yang beliau sabdakan kepada teman-nya, lalu beliau bersabda, “Jika Allah memasukkan kamu ke surga, niscaya di dalamnya kamu mendapat apasaja yang diinginkan oleh nafsumu dan dirasa enak oleh pandangan matamu”. [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 87]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ النَّبِيَّ ص كَانَ يَوْمًا يُحَدّثُ وَ عِنْدَهُ رَجُلٌ مِنْ اَهْلِ اْلبَادِيَةِ اَنَّ رَجُلاً مِنْ اَهْلِ اْلجَنَّةِ اسْتَأْذَنَ رَبَّهُ فِى الزَّرْعِ فَقَالَ: اَوَلَسْتَ فِيْمَا شِئْتَ؟ قَالَ: بَلَى وَ لكِنّى اُحِبُّ اَنْ اَزْرَعَ فَاَسْرَعَ وَ بَذَرَ فَتَبَادَرَ الطَّرْفَ نَبَاتُهُ وَ اسْتِوَاؤُهُ وَ اسْتِحْصَادُهُ وَ تَكْوِيْرُهُ اَمْثَالَ اْلجِبَالِ. فَيَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى دُوْنَكَ يَا ابْنَ ادَمَ، فَاِنَّهُ لاَ يُشْبِعُكَ شَيْءٌ. فَقَالَ اْلاَعْرَابِيُّ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، لاَ تَجِدُ هذَا اِلاَّ قُرَشِيًّا اَوْ اَنْصَارِيًّا، فَاِنَّهُمْ اَصْحَابُ زَرْعٍ. فَاَمَّا نَحْنُ فَلَسْنَا بِاَصْحَابِ زَرْعٍ. فَضَحِكَ رَسُوْلُ اللهِ. البخارى 8: 206
Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Nabi SAW pada suatu hari pernah bercerita, sementara di samping beliau ada seorang laki-laki dusun, bahwa ada seorang laki-laki dari penghuni surga yang meminta ijin kepada Tuhannya untuk bercocok tanam, maka Tuhannya berfirman, “Tidakkah kamu puas dalam kenikmatan yang dengan leluasa kamu mengenyamnya ?”. Laki-laki penghuni surga itu berkata, “Ya, akan tetapi aku suka sekali bercocok tanam”. Laki-laki penghuni surga itu terburu-buru dan menabur biji. Tanaman itu cepat sekali tumbuh, matang, siap panen lalu hasilnya menumpuk sebesar gunung. Allah Ta’ala berfirman, “Ambillah, hai anak cucu Adam. Bahwa kamu tidak akan puas oleh sesuatu (kenikmatan)”. Laki-laki dusun itu berkata, “Wahai Rasulullah, engkau tidak mungkin mendapati yang (macam) ini kecuali kepada orang-orang Quraisy atau Anshar. Karena mereka adalah para petani. Adapun kami bukanlah termasuk petani”. Lalu Rasulullah SAW tersenyum mendengar hal itu”. [HR. Bukhari 8 : 206]
عَنْ عَلِيّ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ فِى اْلجَنَّةِ لَمُجْتَمَعًا لِلْحُوْرِ اْلعِيْنِ يَرْفَعْنَ بِاَصْوَاتٍ لَمْ يَسْمَعِ اْلخَلاَئِقُ مِثْلَهَا. يَقُلْنَ: نَحْنُ اْلخَالِدَاتُ فَلاَ نَبِيْدُ وَ نَحْنُ النَّاعِمَاتُ فَلاَ نَبْأَسُ وَنَحْنُ الرَّاضِيَاتُ فَلاَ نَسْخَطُ. طُوْبَى لِمَنْ كَانَ لَنَا وَ كُنَّا لَهُ. الترمذى 4: 99
Dari ‘Ali, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya di surga ada tempat berkumpul bagi bidadari, mereka mengangkat suara mereka dengan nyanyian yang tidak pernah makhluq mendengar nyanyian seperti nyanyiannya, mereka berkata, “Kami wanita abadi, tidak mati dan kami wanita yang bahagia, tidak sengsara, dan kami wanita yang senang tidak pernah marah. Beruntunglah orang yang untuk kami dan kami untuknya”. [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 99]
عَنْ اَنَسٍ رض قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ ص يَقُوْلُ: اِذَا كَانَ يَوْمُ اْلقِيَامَةِ شُفّعْتُ. فَقُلْتُ: يَا رَبّ، اَدْخِلِ اْلجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ خَرْدَلَةٌ. فَيَدْخُلُوْنَ ثُمَّ اَقُوْلُ: اَدْخِلِ اْلجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ اَدْنَى شَيْءٍ. فَقَالَ اَنَسٌ: كَاَنّى اَنْظُرُ اِلَى اَصَابِعِ رَسُوْلِ اللهِ ص. البخارى 8: 200
Dari Anas RA, ia berkata : Aku mendengar Nabi SAW bersabda, “Pada hari qiyamat kelak aku diberi kesempatan menolong”. Aku berkata, “Wahai Tuhanku, masukkanlah ke surga orang-orang yang di dalam hatinya (terdapat iman) seberat biji sawi”. Mereka lalu berbondong-bondong masuk. Lalu aku berkata lagi, “Wahai Tuhanku, masukkanlah ke surga orang-orang yang di dalam hatinya (terdapat iman) seberat sesuatu yang paling ringan”. Anas berkata, “Seolah-olah aku melihat jari-jari Rasulullah SAW”. [HR. Bukhari 8 : 200]
عَنْ اَبِى سَعِيْدٍ اْلخُدْرِيّ رض عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: يَدْخُلُ اَهْلُ اْلجَنَّةِ اْلجَنَّةَ وَ اَهْلُ النَّارِ النَّارَ ثُمَّ يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: اَخْرِجُوْا مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ اِيْمَانٍ. فَيُخْرَجُوْنَ مِنْهَا قَدِ اسْوَدُّوْا فَيُلْقَوْنَ فِى نَهَرِ اْلحَيَاءِ اَوِ اْلحَيَاةِ. شَكَّ مَالِكٌ فَيَنْبُتُوْنَ كَمَا تَنْبُتُ اْلحَبَّةُ فِى جَانِبِ السَّيْلِ، اَلَمْ تَرَ اَنَّهَا تَخْرُجُ صَفْرَاءَ مُلْتَوِيَةً. البخارى 1: 11
Dari Abu Sa’id Al-Khudriy RA dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Ahli surga telah masuk ke surga dan ahli neraka telah masuk ke neraka. Kemudian Allah Ta’ala berfirman, “Keluarkanlah (dari neraka) orang yang di hatinya ada seberat biji sawi dari iman”. Maka mereka dikeluarkan darinya, padahal telah menjadi hitam legam, kemudian dimasukkan ke dalam sungai Hayaa’ atau Hayah (kehidupan). Malik (perawi hadits) ragu, mana yang disabdakan Nabi. “Lalu mereka tumbuh sebagaimana biji yang tumbuh di tepi saluran air. Tidak tahukah kamu bahwa ia keluar menjadi kuning berkilauan”. [HR. Bukhari juz 1, hal. 11]
عَنْ اَبِى ذَرّ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنّى َلاَعْرِفُ اخِرَ اَهْلِ النَّارِ خُرُوْجًا مِنَ النَّارِ وَ اخِرَ اَهْلِ اْلجَنَّةِ دُخُوْلاً اْلجَنَّةَ يُؤْتَى بِرَجُلٍ فَيَقُوْلُ: سَلُوْا عَنْ صِغَارِ ذُنُوْبِهِ وَ اخْبَئُوْا كِبَارَهَا. فَيُقَالُ لَهُ: عَمِلْتَ كَذَا وَ كَذَا يَوْمَ كَذَا وَ كَذَا. عَمِلْتَ كَذَا وَ كَذَا فِى يَوْمِ كَذَا وَ كَذَا. قَالَ: فَيُقَالُ لَهُ: فَاِنَّ لَكَ مَكَانَ كُلّ سَيّئَةٍ حَسَنَةً. قَالَ: فَيَقُوْلُ: يَا رَبّ، لَقَدْ عَمِلْتُ اَشْيَاءَ مَا اَرَاهَا هَا هُنَا. قَالَ: فَلَقَدْ رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص ضَحِكَ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ. الترمذى 4: 113، و قال هذا حديث حسن صحيح
Dari Abu Dzarr, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh aku mengetahui penghuni neraka yang terakhir keluar dari neraka dan penghuni surga yang terakhir masuk surga”. Seseorang dihadapkan, lalu Allah berfirman (kepada para malaikat), “Tanyakanlah dosa-dosanya yang kecil dan tutuplah dosa-dosanya yang besar !”. Lalu dikatakan kepadanya, “Kamu telah melakukan perbuatan ini dan itu pada hari ini dan itu ?, kamu telah melakukan perbuatan ini dan itu pada hari ini dan itu ?”. Beliau bersabda : Kemudian dikatakan kepadanya, “Sesungguhnya kamu memperoleh tempat setiap satu kejelekan diganti dengan satu kebaikan”. Beliau bersabda : Lalu dia berkata, “Wahai Tuhan, sungguh aku melakukan beberapa hal yang tidak aku lihat di sini”. Abu Dzarr berkata, “Sungguh aku melihat Rasulullah SAW tertawa hingga tampak gigi taring beliau”. [HR. Tirmidzi 4 : 113, dan ia berkata : Ini adalah hadits hasan, shahih]
عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ اخِرَ اَهْلِ اْلجَنَّةِ دُخُوْلاً اْلجَنَّةَ وَ اخِرَ اَهْلِ النَّارِ خُرُوْجًا مِنَ النَّارِ رَجُلٌ يَخْرُجُ حَبْوًا فَيَقُوْلُ لَهُ رَبُّهُ اُدْخُلِ اْلجَنَّةَ. فَيَقُوْلُ رَبّ اْلجَنَّةُ مَـْلأَى. فَيَقُوْلُ لَهُ ذلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ. فَكُلُّ ذلِكَ يُعِيْدُ عَلَيْهِ اْلجَنَّةُ مَـْلأَى فَيَقُوْلُ اِنَّ لَكَ مِثْلَ الدُّنْيَا عَشْرَ مِرَارٍ. البخارى 8: 202
Dari ‘Abdullah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya penghuni surga yang paling akhir masuk surga dan sekaligus penghuni neraka yang paling akhir keluar dari neraka, adalah seorang laki-laki yang keluar dengan merayap”. Maka Tuhannya berfirman kepadanya, “Masuklah ke surga”. Laki-laki itu berkata, “Tuhanku, surga itu sudah penuh”. Maka Tuhannya berfirman kepadanya seperti itu berulang tiga kali, begitu pula laki-laki itu mengulangi perkataannya, “Surga itu sudah penuh”. Maka Tuhannya berfirman, “Sesungguhynya bagimu adalah sepuluh kali lipat dunia”. [HR. Bukhari 8 : 202]
عَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: يُعَذَّبُ نَاسٌ مِنْ اَهْلِ التَّوْحِيْدِ فِى النَّارِ حَتَّى يَكُوْنُوْا فِيْهَا حُمَمًا ثُمَّ تُدْرِكُهُمُ الرَّحْمَةُ فَيُخْرَجُوْنَ وَ يُطْرَحُوْنَ عَلَى اَبْوَابِ اْلجَنَّةِ. قَالَ: فَيَرُشُّ عَلَيْهِمْ اَهْلُ اْلجَنَّةِ اْلمَاءَ فَيَنْبُتُوْنَ كَمَا يَنْبُتُ اْلغُثَاءُ فِى حِمَالَةِ السَّيْلِ، ثُمَّ يَدْخُلُوْنَ اْلجَنَّةَ. الترمذى 4: 113، و قال هذا حديث حسن صحيح
Dari Jabir, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sebagian orang-orang ahli tauhid kelak disiksa di neraka sehingga mereka menjadi arang, kemudian rahmat menjumpai mereka, lalu mereka dikeluarkan dan dilemparkan pada pintu surga”. Beliau bersabda, “Kemudian penghuni surga memercikkan air kepada mereka, lalu mereka tumbuh seperti tumbuhnya biji yang terbawa air bah, kemudian mereka masuk surga”. [HR. Tirmidzi 4 : 113, ia berkata : Ini adalah hadits hasan shahih]Laa Ikraha, Hanya Allah Yang Maha Mengetahui,
وَ اللهُ اَعْلُمُ
Bagikan
Hidup sesudah mati (ke-19)
4/
5
Oleh
Fatima
