Minggu, 19 Januari 2014

Islam Agama Tauhid (ke-32)


Allah Maha Penerima Taubat (1)

Allah Subhana Wa Ta'ala berfirman :

Dan Kami berfirman: "Hai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang dhalim. (35)

Lalu keduanya digelincirkan oleh syaithan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula, dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan".(36)
Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (37) [QS. Al-Baqarah : 35-37]
Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat. (115)
Dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang. (116)
Maka kami berkata: "Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.(117)
Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang. (118)
dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya". (119)
Kemudian syaithan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dgn berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yg tdk akan binasa?" (120)
Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia. (121)
Kemudian Tuhannya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk. (122) [QS. Thaahaa : 115-122]
Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”. [QS. Al-Baqarah : 54]

لَقَدْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْ اِسْرَآئِيْلَ وَ اَرْسَلْنَآ اِلَيْهِمْ رُسُلاً، كُلَّمَا جَآءَهُمْ رَسُوْلٌ بِمَا لاَ تَهْوى اَنْفُسُهُمْ فَرِيْقًا كَذَّبُوْا وَ فَرِيْقًا يَّقْتُلُوْنَ(70) وَ حَسِبُوْا اَلاَّ تَكُوْنَ فِتْنَةٌ فَعَمُوْا وَ صَمُّوْا ثُمَّ تَابَ اللهُ عَلَيْهِمْ ثُمَّ عَمُوْا وَ صَمُّوْا كَثِيْرٌ مّنْهُمْ، وَ اللهُ بَصِيْرٌ بِمَا يَعْمَلُوْنَ(71)المائدة: 70-71

Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh. (70)
Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencana pun (terhadap mereka dengan membunuh nabi-nabi itu), maka (karena itu) mereka menjadi buta dan pekak, kemudian Allah menerima taubat mereka, kemudian kebanyakan dari mereka buta dan tuli (lagi). Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. (71) [QS. Al-Maaidah : 70-71]
اَمْ يَقُوْلُوْنَ افْتَرى عَلَى اللهِ كَذِبًا، فَاِنْ يَّشَأِ اللهُ يَخْتِمْ عَلى قَلْبِكَ وَ يَمْحُ اللهُ الْبَاطِلَ وَ يُحِقُّ الْحَقَّ بِكَلِمتِه، اِنَّه عَلِيْمٌ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ(24) وَ هُوَ الَّذِيْ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِه وَ يَعْفُوْ عَنِ السَّيّاتِ وَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُوْنَ(25) وَ يَسْتَجِيْبُ الَّذِيْنَ امَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّلِحتِ وَ يَزِيْدُهُمْ مّنْ فَضْلِه، وَ الْكفِرُوْنَ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌ(26)الشورى: 24-26
Bahkan mereka mengatakan, "Dia (Muhammad) telah mengada-adakan dusta terhadap Allah". Maka jika Allah menghendaki niscaya Dia mengunci mati hatimu, dan Allah menghapuskan yang bathil dan membenarkan yang haq dengan kalimat-kalimat-Nya (Al-Qur'an). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati. (24)
Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan, (25)
dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang shalih dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka adzab yang sangat keras.(26) [QS. Asy-Syuuraa : 24-26]
وَ الّتِيْ يَاْتِيْنَ الْفَاحِشَةَ مِنْ نّسَآئِكُمْ فَاسْتَشْهِدُوْا عَلَيْهِنَّ اَرْبَعَةً مّنْكُمْ، فَاِنْ شَهِدُوْا فَاَمْسِكُوْهُنَّ فِى الْبُيُوْتِ حَتّى يَتَوَفّهُنَّ الْمَوْتُ اَوْ يَجْعَلَ اللهُ لَهُنَّ سَبِيْلاً(15) وَ الَّذَانِ يَأْتِينِهَا مِنْكُمْ فَاذُوْهُمَا، فَاِنْ تَابَا وَ اَصْلَحَا فَاَعْرِضُوْا عَنْهُمَا، اِنَّ اللهَ  كَانَ تَوَّابًا رَّحِيْمًا(16)النساء: 15-16
Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi di antara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya. (15)
Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertaubat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (16) [QS. An-Nisaa’ : 15-16]
اِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللهِ لِلَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السُّوْءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوْبُوْنَ مِنْ قَرِيْبٍ فَاُولئِكَ يَتُوْبُ اللهُ عَلَيْهِمْ، وَ كَانَ اللهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا(17) وَ لَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السَّيّئَاتِ حَتّى اِذَا حَضَرَ اَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ اِنّيْ تُبْتُ اْلئنَ وَلاَ الَّذِيْنَ يَمُوْتُوْنَ وَهُمْ كُفَّارٌ، اُولئِكَ اَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا اَلِيْمًا(18)النساء: 17-18
Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (17)
Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang" Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih. (18) [QS. An-Nisaa’ : 17-18]
وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوْآ اَيْدِيَهُمَا جَزَآءً بِمَا كَسَبَا نَكَالاً مّنَ اللهِ، وَ اللهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ(38) فَمَنْ تَابَ مِنْ بَعْدِ ظُلْمِه وَ اَصْلَحَ فَاِنَّ اللهَ يَتُوْبُ عَلَيْهِ، اِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ(39)المائدة: 38-39
Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(38)
Maka barang siapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (39) [QS. Al-Maaidah : 38-39]
وَمَنْ لَّمْ يَسْتَطِعْ مِنْكُمْ طَوْلاَ اَنْ يَّنْكِحَ الْمُحْصَنتِ الْمُؤْمِنتِ فَمِنْ مَّا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ مّنْ فَتَيتِكُمُ الْمُؤْمِنتِ، وَ اللهُ اَعْلَمُ بِاِِيْمَانِكُمْ، بَعْضُكُمْ مّنْ بَعْضٍ، فَانْكِحُوْهُنَّ بِاِذْنِ اَهْلِهِنَّ وَ اتُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ مُحْصَنتٍ غَيْرَ مُسفِحتٍ وَّلاَ مُتَّخِذتِ اَخْدَانٍ، فَاِذَآ اُحْصِنَّ فَاِنْ اَتَيْنَ بِفَاحِشَةٍ فَعَلَيْهِنَّ نِصْفُ مَا عَلَى الْمُحْصَنتِ مِنَ الْعَذَابِ، ذلِكَ لِمَنْ خَشِيَ الْعَنَتَ مِنْكُمْ، وَ اَنْ تَصْبِرُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ، وَ اللهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ(25) يُرِيْدُ اللهُ لِيُبَيّنَ لَكُمْ وَ يَهْدِيَكُمْ سُنَنَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَ يَتُوْبَ عَلَيْكُمْ، وَ اللهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ(26)النساء: 25-26
Dan barang siapa di antara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang mereka pun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka mengerjakan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kesulitan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antaramu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (25)
Allah hendak menerangkan (hukum syari’at-Nya) kepadamu, dan menunjukimu kepada jalan-jalan orang yang sebelum kamu (para nabi dan salihin) dan (hendak) menerima taubatmu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (26) [QS. An-Nisaa’ : 25-26] 



Laa Ikraha, Hanya Allah Yang Maha Mengetahui,

وَ اللهُ اَعْلُمُ

Bagikan

Jangan lewatkan

Islam Agama Tauhid (ke-32)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.