Senin, 13 Januari 2014

SUNNAH & BID’AH (ke-3)


Bahaya bidah
عَنْ عَائِشَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ اَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ. مسلم 3: 1344
Dari Aisyah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang bukan perintah kami, maka ia tertolak. [HR. Muslim juz 3, hal. 1344]
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ اَحْدَثَ فِى اَمْرِنَا هذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ. مسلم 3: 1343
Dari Aisyah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Bartangsiapa mengada-adakan dalam perintah kami ini, apa-apa yang bukan dari padanya, maka ia tertolak. [HR. Muslim juz 3, hal. 1343]
قَالَ ابْنُ عِيْسَى قَالَ النَّبِيُّ ص: مَنْ صَنَعَ اَمْرًا عَلَى غَيْرِ اَمْرِنَا فَهُوَ رَدٌّ. ابو داود 4: 200
Ibnu Isa berkata, Nabi SAW bersabda, Barangsiapa yang berbuat sesuatu urusan selain dari perintah Kami, maka ia tertolak. [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 200]
عَنْ اَنَسٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِى فَلَيْسَ مِنّى. مسلم 2: 1020
Dari Anas RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa yang membenci sunnahku, maka ia bukan dari golonganku. [HR. Muslim juz 2, hal. 1020]
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَبَى اللهُ اَنْ يَقْبَلَ عَمَلَ صَاحِبِ بِدْعَةٍ حَتَّى يَدَعَ بِدْعَتَهُ. ابن ماجه 1: 19، رقم: 50
Dari Abdullah bin Abbas, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Allah tidak mau menerima amal orang ahli bidah sehingga ia meninggalkan bidahnya. [HR. Ibnu Majah juz 1, hal. 19, no. 50, dlaif karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama Abu Zaid dan Abu Mughirah, keduanya majhul]
عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لاَ يَقْبَلُ اللهُ لِصَاحِبِ بِدْعَةٍ صَوْمًا وَ لاَ صَلاَةً وَ لاَ صَدَقَةً وَ لاَ حَجًّا وَ لاَ عُمْرَةً وَ لاَ جِهَادًا وَ لاَ صَرْفًا وَ لاَ عَدْلاً. يَخْرُجُ مِنَ اْلاِسْلاَمِ كَمَا تَخْرُجُ الشَّعَرَةُ مِنَ اْلعَجِيْنِ. ابن ماجه 1: 19، رقم: 49
Dari Hudzaifah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Allah tidak mau menerima dari orang ahli bidah akan puasanya, shalatnya, shadaqahnya, hajjinya, umrahnya, jihadnya, taubatnya dan tidak pula tebusannya, ia telah keluar dari Islam seperti keluarnya sehelai rambut dari adonan tepung. [R. Ibnu Majah juz 1, hal. 19, no. 49, dlaif karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama Muhammad bin Mihshan]
عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ مَشَى اِلىَ صَاحِبِ بِدْعَةٍ لِيُوَقّرَهُ فَقَدْ اَعَانَ عَلَى هَدْمِ اْلاِسْلاَمِ. الطبرانى فى الكبير20: 96، رقم: 188
Dari Muadz bin Jabal RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa berjalan kepada seorang ahli bidah karena akan menghormatinya, maka sesungguhnya ia telah bersekongkol untuk merobohkan Islam. [HR. Thabrani dalam Mujamul Kabir juz 20, hal. 96, no. 188, dlaif karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama Baqiyah bin Walid]
عَنْ غُضَيْفِ بْنِ اْلحَارِثِ رض قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ص: مَا اَحْدَثَ قَوْمٌ بِدْعَةً اِلاَّ رُفِعَ مِثْلُهَا مِنَ السُّنَّةِ فَتَمَسُّكٌ بِسُنَّةٍ خَيْرٌ مِنْ اِحْدَاثِ بِدْعَةٍ. احمد6: 40، رقم: 16967، ضعيف
Dari Ghudlaif bin Al-Harits RA, ia berkata : Nabi SAW bersabda, Tidaklah suatu kaum mengada-adakan bidah, melainkan diangkatlah semisalnya daripada sunnah, maka berpegang dengan sunnah itu lebih baik daripada mengada-adakan bidah. [HR. Ahmad juz 6, hal. 40, no. 16967, dlaif, karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama Abu Bakar bin Abdullah]
عَنِ اْلحَكَمِ بْنِ عُمَيْرٍ الثّمَالِيّ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَْلاَمْرُ اْلمُفْظِعُ وَ اْلحِمْلُ اْلمُضْلِعُ وَ الشَّرُّ الَّذِى لاَ يَنْقَطِعُ اِظْهَارُ اْلبِدَعِ. الطبرانى، فى الكبير 3: 219، رقم: 3194
Dari Al-Hakam bin Umair Ats-Tsimaliy, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda,  Perkara yang sangat jelek, dan beban yang amat berat, dan perbuatan jahat yang tidak ada putusnya ialah menampakkan perbuatan- perbuatan bidah. [HR. Thabrani dalam Al-Kabir juz 3, hal. 219, no. 3194, dlaif karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama Baqiyah bin Walid]
عَنْ عَاصِمٍ قَالَ: قُلْتُ ِلاَنَسٍ: اَحَرَّمَ رَسُوْلُ اللهِ ص اْلمَدِيْنَةَ؟ قَالَ: نَعَمْ. مَا بَيْنَ كَذَا اِلىَ كَذَا. لاَ يُقْطَعُ شَجَرُهَا مَنْ اَحْدَثَ فِيْهَا حَدَثًا فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَ اْلمَلاَئِكَةِ وَ النَّاسِ اَجْمَعِيْنَ. قَالَ عَاصِمٌ: فَاَخْبَرَنِى مُوْسَى بْنُ اَنَسٍ اَنَّهُ قَالَ: اَوْ آوَى مُحْدِثًا. البخارى 8: 148
Dari Ashim, ia berkata : Aku bertanya kepada Anas, Apakah Rasulullah SAW mengharamkan kota Madinah ?. Ia menjawab, Ya, yaitu antara daerah ini dan daerah ini, tidak boleh ditebang pepohonannya. Barangsiapa mengadakan sesuatu cara yang baru (bidah) di daerah itu, maka ia mendapat lanat Allah, malaikat dan manusia seluruhnya. Lalu Ashim berkata, Musa bin Anas pernah meriwayatkan kepadaku bahwa beliau pernah bersabda, Atau orang yang melindungi kepada orang yang membuat bidah. [HR Bukhari juz 8, hal. 148]
عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ص: اَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى اْلحَوْضِ لَيُرْفَعَنَّ اِلَيَّ رِجَالٌ مِنْكُمْ حَتىَّ اِذَا اَهْوَيْتُ ِلاُنَاوِلَهُمُ اخْتُلِجُوْا دُوْنِى فَاَقُوْلُ أَيْ رَبّ اَصْحَابِى فَيَقُوْلُ: لاَ تَدْرِى مَا اَحْدَثُوْا بَعْدَكَ.  البخارى 8:
Dari Abdullah (bin Masud), ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Aku adalah pendahulu kamu di telaga (haudl). Sungguh ada orang-orang diantara kalian yang diangkat kepadaku, sehingga ketika aku mengulurkan (tangan) untuk menjangkau mereka, maka mereka ditarik dariku. Lalu aku berseru, Wahai Tuhanku, mereka itu ummatku. Maka Allah berfirman, Kamu tidak tahu apa yang mereka lakukan sesudahmu. [HR. Bukhari juz 8, hal. 87]
عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: كُلُّ اُمَّتِي  يَدْخُلُوْنَ اْلجَنَّةَ اِلاَّ مَنْ اَبَى قَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَ مَنْ يَأْبَى؟ قَالَ مَنْ اَطَاعَنِي دَخَلَ اْلجَنَّةَ وَ مَنْ عَصَانِيْ فَقَدْ اَبَى. البخارى 8: 139
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya semua ummatku akan masuk surga, kecuali orang yang tidak mau. Para shahabat bertanya, Ya Rasulullah, siapakah orang yang tidak mau itu ?. Beliau SAW bersabda, Barangsiapa yang menthaatiku, ia pasti masuk surga, dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka berarti ia tidak mau. [HR. Bukhari juz 8, hal. 139]
Ummat Islam akan mengikuti jejak orang-orang dahulu
عَنْ اَبِى سَعِيْدِ اْلخُدْرِيّ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: لَتَتْبَعُنَّ سُنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا شِبْرًا وَ ذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوْا جُحْرَ ضَبّ تَبِعْتُمُوْهُمْ. قُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، آلْيَهُوْدُ وَ النَّصَارَى؟ قَالَ: فَمَنْ؟ البخارى 8: 151
Dari Abu Said Al-Khudriy, dari Nabi SAW, beliau bersabda, Sungguh kalian akan mengikuti langkah orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga walaupun mereka memasuki lubang biawak, kalian tetap mengikutinya. Kami (shahabat) bertanya, Ya Rasulullah, apakah mereka itu kaum Yahudi dan Nashrani ?. Beliau bersabda, Lalu, siapa lagi ?. [HR. Bukhari juz 8, hal. 151]
عَنْ اَبِى سَعِيْدِ اْلخُدْرِيّ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لَتَتْبَعُنَّ سُنَنَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَ ذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوْا فِى جُحْرِ ضَبّ َلاتَّبَعْتُمُوْهُمْ. قُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، آلْيَهُوْدُ وَ النَّصَارَى؟ قَالَ: فَمَنْ؟ مسلم 4: 2054
Dari Abu Said Al-Khudriy, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Sungguh kalian akan mengikuti langkah orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga walaupun mereka memasuki lubang biawak, kalian tetap mengikutinya. Kami (shahabat) bertanya, Ya Rasulullah, apakah mereka itu kaum Yahudi dan Nashrani ?. Beliau bersabda, Lalu, siapa lagi ?. [HR. Muslim juz 4, hal. 2054]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لَتَتَّبِعُنَّ سُنَّةَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بَاعًا بِبَاعٍ، وَ ذِرَاعًا بِذِرَاعٍ وَ شِبْرًا بِشِبْرٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوْا فِى جُحْرِ ضَبّ لَدَخَلْتُمْ فِيْهِ. قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، آلْيَهُوْدُ وَ النَّصَارَى؟ قَالَ: فَمَنْ اِذًا. ابن ماجه 2: 1322، رقم: 3994
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Sungguh kalian akan mengikuti langkah orang-orang sebelum kalian, sedepa demi sedepa, sehasta demi sehasta, sejengkal demi sejengkal, sehingga walaupun mereka memasuki lubang biawak, kalian akan memasukinya juga. Para shahabat bertanya, Ya Rasulullah, apakah mereka itu Yahudi dan Nashrani ?. Beliau menjawab, Siapa lagi kalau bukan mereka ?. [HR. Ibnu Majah juz 2, hal. 1322, no. 3994]
Penegak Sunnah selalu ada sepanjang masa
عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ اُمَّتِى ظَاهِرِيْنَ عَلَى اْلحَقّ. لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ اَمْرُ اللهِ وَ هُمْ كَذلِكَ. مسلم 3: 1523، رقم: 170
Dari Tsauban, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Akan selalu ada segolongan dari ummatku yang menampakkan kebenaran. Tidak akan memudlaratkan kepada mereka orang yang menentangnya, sehingga Allah mendatangkan perintah-Nya, sedangkan mereka tetap demikian itu. [HR. Muslim juz 3, hal. 1523, no. 170]
عَنْ مُعَاوِيَةَ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ اُمَّتِى قَائِمَةً بِاَمْرِ اللهِ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ اَوْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ اَمْرُ اللهِ وَ هُمْ ظَاهِرُوْنَ عَلَى النَّاسِ. مسلم 3: 1524، رقم: 174
Dari Muawiyah, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, Selalu ada seglongan dari ummatku yang menegakkan perintah Allah, tidak akan memudlaratkan kepada mereka orang yang menentangnya atau menyelisihinya, sehingga datang keputusan Allah dan mereka tetap ada di tengah-tengah manusia. [HR. Muslim juz 3, hal. 1524, no. 174]
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ اْلاِسْلاَمَ بَدَأَ غَرِيْبًا وَ سَيَعُوْدُ غَرِيْبًا كَمَا بَدَأَ فَطُوْبَى لِلْغُرَبَاءِ. الترمذى 4: 129
Dari Abdullah bin Masud, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya Islam itu bermula asing, dan akan kembali asing sebagaimana semula, maka berbahagialah orang-orang yang asing. [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 129, no. 2764]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: بَدَأَ اْلاِسْلاَمُ غَرِيْبًا وَ سَيَعُوْدُ كَمَا بَدَأَ غَرِيْبًا فَطُوْبَى لِلْغُرَبَاءِ. مسلم 1: 130
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Islam itu bermula asing, dan akan kembali asing sebagaimana semula asing. Maka berbahagialah bagi orang-orang yang asing. [HR Muslim juz 1, hal. 130]
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيّ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ اْلاِسْلاَمَ بَدَأَ غَرِيْبًا وَ سَيَعُوْدُ غَرِيْبًا فَطُوْبَى لِلْغُرَبَاءِ. قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَ مَا اْلغُرَبَاءُ؟ قَالَ: اَلَّذِيْنَ يُصْلِحُوْنَ عِنْدَ فَسَادِ النَّاسِ. الطبرانى فى الكبير 6: 164، رقم: 5867
Dari Sahl bin Sad As-Saaidiy, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya Islam itu bermula asing, dan akan kembali asing, maka berbahagialah orang-orang yang asing. Para shahabat bertanya, Siapakah orang yang asing itu ya Rasulullah ?. Beliau bersabda, Yaitu orang-orang yang memperbaiki ketika manusia dalam keadaan rusak. [HR. Thabrani dalam Al-Kabir juz 6, hal. 164, no. 5867]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ فِيْمَا اَعْلَمُ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ ص قَالَ: اِنَّ اللهَ يَبْعَثُ لِهذِهِ اْلاُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلّ مِائَةِ سَنَة مَنْ يُجَدّدُ لَهَا دِيْنَهَا. ابو داود 4: 109، رقم: 4291
Dari Abu Hurairah, menurut yang aku ketahui dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, Sesungguhnya Allah akan membangkitkan pada ummat ini setiap penghujung seratus tahun orang yang memperbaharui agama pada ummat tersebut. [HR Abu Dawud juz 4, hal. 109, no. 4291] 



Laa Ikraha, Hanya Allah Yang Maha Mengetahui, 

وَ اللهُ اَعْلُمُ

Bagikan

Jangan lewatkan

SUNNAH & BID’AH (ke-3)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.