Rabu, 19 Februari 2014

II.15. BERSALAMAN BID’AH


http://islam4euro.blogspot.com/



Mengenai bersalaman merupakan hal yang sunnah, diperbolehkan oleh Rasul saw, dilakukan oleh Rasul saw, bahkan diperintahkan oleh Rasul saw.

Demikian dijelaskan Dalam :
Tafsir Imam Qurtubi Juz 4 / 107
Tafsir Imam Qurtubi Juz 9 / 266
Tafsir Imam Qurtubi Juz 13 / 199
Tafsir Imam Qurtubi Juz 15 / 361

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ : قُلْنَا يَا رَسُولَ اللهِ ، أَيَنْحَنِي بَعْضُنَا لِبَعْضٍ ؟ قَالَ : لاَ . قُلْنَا أَيُعَانِقُ بَعْضُنَا بَعْضًا ؟ قَالَ : لاَ ، وَلَكِنْ تَصَافَحُوا.

Dari Anas bin Malik berkata: Kami berkata, “Wahai Rasulullah, apakah hendaknya sebagian kami membungkuk kepada sebagian yang lain?” Beliau menjawab, “Tidak.” Kami bertanya lagi, “Apakah hendaknya sebagian kami memeluk sebagian yang lain?” Beliau menjawab, “Tidak, tetapi saling berjabat tanganlah kalian.” [Sunan Imam Ibn Majah hadits no.3702 dengan sanad Shahih dari Ali bin Muhammad, dari Waki', dari Jarir bin Hazim, dari Hanzholah bin Abdurrahman as-Sadusi dari Anas bin Malik]


عَنْ عَطَاءِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْخُرَاسَانِيِّ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلى الله عَلَيه وَسَلم: تَصَافَحُوا يَذْهَبِ الْغِلُّ، وَتَهَادَوْا تَحَابُّوا وَتَذْهَبِ الشَّحْنَاءُ

Dari ‘Atho-i bin Abdullah al-Khurasani berkata: Rasulullah shollallohu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Berjabat tanganlah, dendam akan hilang. Berikanlah hadiah satu sama lain, maka kalian akan saling cinta satu sama lain dan permusuhan akan hilang.” [Muwattha' Imam Malik hadits no.1617]
Bersalaman atau berjabat tangan itu bukanlah hal yang Bid’ah.

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَاصِمٍ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ قُلْتُ لِأَنَسٍ أَكَانَتْ الْمُصَافَحَةُ فِي أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَعَمْ

Telah menceritakan kepada kami ‘Amru bin ‘Ashim telah menceritakan kepada kami Hammam dari Qatadah dia berkata, aku bertanya kepada Anas bin Malik, “Apakah merupakan kebiasaan para shahabat Nabi shollallohu ‘alayhi wa sallam untuk saling bersalaman?” Anas bin Malik menjawab, “Ya” [Shahih Bukhari no. 5792]

إِذَا الْتَقَى الْمُسْلِمَانِ فَتَصَافَحَا، وَحَمِدَا اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ، وَاسْتَغْفَرَاهُ غُفِرَ لَهُمَا


Diriwayatkan dari Al-Bara’ bin Azib, Nabi SAW bersabda: ”Jika dua Muslim bertemu, kemudian bersalaman, kemudian memuji Allah ‘Azza wa Jalla dan memohon ampun kepada-Nya, maka mereka akan mendapatkan ampunan.” [Sunan Abu Dawud no. 5211] 

مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ، فَيَتَصَافَحَانِ إِلَّا غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا

Dalam riwayat lain diriwayatkan oleh Al-Bara’ bahwa Nabi bersabda, “Tidaklah dua Muslim bertemu, lalu bersalaman, kecuali dosa-dosa mereka berdua diampuni sebelum mereka berpisah.” [Sunan Abu Dawud no. 5212]
Bersalaman ini boleh kapan saja, tak terkecuali setelah shalat berjama’ah. Jika ada yang mengharamkan bersalaman setelah shalat berjama’ah, maka tunjukkan dalil yang mengharamkan bersalaman setelah shalat berjama’ah. Jika tidak ada dalil yang melarang bersalaman setelah shalat berjama’ah, maka hadits-hadits seperti hadits-hadits di atas merupakan dalil umum bagi sunnahnya bersalaman.
Sabda Nabi, “Berjabat tanganlah, dendam akan hilang,” merupakan anjuran umum yang tidak dibatasi oleh pertemuan. Bersalaman ini dianjurkan ketika bertemu, ketika akan berpisah, ketika selesai shalat, dan keadaan lainnya. Kita juga dianjurkan bersalaman ketika meminta maaf, berterimakasih, dan lainnya. Itu semua atas dasar keumuman hadits tersebut. Dan keutamaannya adalah menghilangkan dendam, menghilangkan permusuhan, dan mempererat persaudaraan.
Jika ada seseorang yang baru saja mendapat kebahagian, kita biasa menjabat tangannya dan berkata, “Selamat!” Dan ini merupakan doa. Dan doa adalah hadiah terbaik dari seorang Muslim kepada Muslim lainnya.
Berjabat tanganlah, dendam akan hilang. Berikanlah hadiah satu sama lain, maka kalian akan saling cinta satu sama lain dan permusuhan akan hilang.
Jika ada di negeri ini suatu kelompok yang sangat besar rasa permusuhannya, mungkin disebabkan mereka jarang bersalaman dan menganggap bahwa bersalaman itu adalah bid’ah dholalah.

http://islam4euro.blogspot.com/




Bagikan

Jangan lewatkan

II.15. BERSALAMAN BID’AH
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.