Mengenai mereka itu sungguh berada
dalam kemungkaran yang nyata, siapapula yang mengeluarkan larangan
membaca Alqur’an di malam jum’at..?, Boleh Yaasiin atau boleh apapun
dari ayat Alqur’an,
Mereka mengatakan tak boleh ada dalil
pengkhususan suatu ibadah disuatu hari atau waktu, darimana hukum ini
muncul..?, hanya ada pada orang bodoh yang tak mengetti hadits, mereka
itu tak tahu hadits, hanya tahu menukil nukil lalu mengatakan sesat pada
orang lain..,
Berikut riwayat shahih mengenai diperbolehkannya mengada – adakan suatu amal tanpa diperintah oleh Rasul saw :
Ubaidullah berkata dari Zaid bin Tsabit:
dari Anas, “Salah seorang Anshar shalat mengimami orang-orang Anshar
yang lain di Masjid Quba’. Sudah menjadi kebiasaannya membaca ‘Qul
Huwallahu Ahad’ (setelah membaca surah al-Faatihah) apabila dia hendak
membaca suatu bacaan di dalam shalat. Setelah selesai membaca surah itu
(Qul Huwallaahu Ahad), dia membaca surah yang lain bersamanya. Hal itu
ia lakukan pada setiap rakaat. Beberapa orang kawannya mengemukakan
pembicaraan atau saran kepadanya dengan berkata, ‘Sesungguhnya Anda
membaca surah itu dan tidak menganggapnya cukup, dan Anda membaca surah
yang lain. Bagaimana kalau Anda membaca surah itu saja atau
meninggalkannya dan membaca yang lain?’ Orang Anshar itu menjawab, ‘Aku
sama sekali tidak akan meninggalkan bacaan surah ‘Qul Huwallahu Ahad’
itu. Oleh sebab itu, kalau kamu semua masih senang jika aku menjadi imam
untukmu dengan cara sebagaimana yang kulakukan itu, maka aku akan
mengerjakan (bertindak sebagai imam). Dan, jika kamu sudah tidak senang
terhadap yang demikian itu, biarlah aku tinggalkan kamu.’ Mereka
mengetahui bahwa dia adalah orang yang terbaik di antara mereka. Mereka
pun tidak ingin orang lain menggantikannya untuk mengimami mereka. Pada
waktu Nabi saw. datang kepada mereka seperti biasanya, mereka
memberitahukan hal itu kepada beliau. Lalu Nabi bersabda kepada orang
itu, ‘Hai Fulan, apa yang melarangmu dari melakukan sesuatu yang
dimintai oleh sahabat-sahabatmu? Dan, apa yang mendorongmu untuk
senantiasa membaca surah itu di dalam setiap rakaat?’ Dia menjawab, ‘Aku
menyukai surah itu.’ Nabi bersabda, ‘Kecintaanmu kepada surah itu akan
membuatmu masuk surga.’” [HR. Bukhari]
Diwayatkan bahwa Imam Masjid Quba
menambahi bacaan surat Al Ikhlas setelah fatihah, ia selalu selesai
fatihah ia membaca surat Al Ikhlas dulu, baru surat lainnya, maka ia
telah menyamakan Fatihah dengan surat Al Ikhlas, ia membuat surat Al
Ikhlas mesti ada pada setiap rakaatnya. bukankah hal ini tidak pernah
diajarkan oleh Rasul saw..?
Maka makmumnya protes, dan ia tetap
bersikeras, maka ia dilaporkan pada Rasul saw (Rasul biasa ke Masjid
Quba pada hari Sabtu), maka Rasul saw memanggilnya, dan menanyakan apa
sebab perbuatannya itu..?
Maka Imam Masjid Quba itu berkata : aku mencintai surat Al Ikhlas, maka aku tak mau melepasnya pada setiap rakaat.
Maka Rasul saw menjawab : Cintamu pada surat Al Ikhlas akan membuatmu masuk sorga!
Berkata Hujjatul islam Al Imam Ibn Hajar
Al Asqalaniy dalam kitabnya Fathul Baari Bisyarah shahih Bukhari
mensyarahkan makna hadits ini beliau berkata :
وَفِيهِ دَلِيلٌ عَلَى جَوَازِ تَخْصِيصِ
بَعْضِ الْقُرْآنِ بِمَيْلِ النَّفْسِ إِلَيْهِ وَالِاسْتِكْثَارِ مِنْهُ
وَلَا يُعَدُّ ذَلِكَ هِجْرَانًا لِغَيْرِهِ
“Pada riwayat ini menjadi dalil
diperbolehkannya mengkhususkan sebagian surat Alqur’an dengan keinginan
diri padanya, dan memperbanyaknya dengan kemauan sendiri, dan tidak bisa
dikatakan bahwa perbuatan itu telah mengucilkan surat lainnya” (Fathul
Baari Bisyarah Shahih Bukhari Juz 3 hal 150 Bab Adzan.)
Sayyiduna Jund ibn Abdullah ra
meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa membaca Surah
Yasin pada malam hari dengan niat mencari ridha Allah, dosa-dosanya akan
diampuni.” [Muwattha’ Imam Malik]. Imam ibn Hibban mengklasifikasikan
hadits ini sebagai Sahih, lihat Sahih ibn Hibban Juz 6 halaman 312,
lihat juga at-Targhib juz 2 halaman 377.
Sayyiduna Ma’aqal ibn Yassaar ra yang
meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Yasin adalah qalbu dari Al
Quran. Tak seorangpun yang membacanya dengan niat menginginkan Akhirat
melainkan Allah akan mengampuninya. Bacalah atas orang-orang yang wafat
di antaramu.” [Sunan Abu Dawud]. Imam Hakim mengklasifikasikan hadits
ini sebagai Sahih (Autentik), di Mustadrak al-Hakim juz 1, halaman 565;
lihat juga at-Targhib juz 2 halaman 376.
Maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari
Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang
sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian
karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah,
maka bacalah apa yang mudah (bagimu) darinya. [QS. Al-Muzammil: 20]
Amal yang paling dicintai oleh Alloh
adalah amal yang didawamkan (berkesinambungan) meskipun hanya sedikit.
[HR. Bukhari dan Muslim dari 'A-isyah]
Jelaslah sudah kebodohan mereka akan ilmu
hadits, bahwa Rasul saw tak pernah melarang seseorang mengkhususkan
Alqur’an atau lainnya dari beragam ibadah untuk dibaca disuatu waktu
atau tempat, bahkan jika hal itu karena cintanya pada ibadah itu maka
itu akan membuatnya masuk sorga, demikian kabar gembira dari Rasulullah
saw.Bagikan
II.34. YASINAN MALAM JUM’AT HADITSNYA PALSU
4/
5
Oleh
Fatima

