| BAB WUDLU |
بَابُ اَلْوُضُوءِِ
|
|
|
|
Hadits
No. 36 |
|
|
Dari Abu
Hurairah Radliyallaahu 'anhu dari Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bahwa beliau bersabda:
"Seandainya tidak memberatkan atas umatku niscaya
aku perintahkan mereka bersiwak (menggosok gigi
dengan kayu aurok) pada setiap kali wudlu."
Dikeluarkan oleh Malik Ahmad dan Nasa'i. Oleh Ibnu
Khuzaimah dinilai sebagai hadits shahih sedang
Bukhari menganggapnya sebagai hadits muallaq.
|
|
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ
رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَنَّهُ قَالَ : لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى
أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ
وُضُوءٍ أَخْرَجَهُ مَالِكٌ وَأَحْمَدُ
وَالنَّسَائِيُّ.
وَصَحَّحَهُ ابْنُ خُزَيْمَةَ
وَذَكَرَهُ الْبُخَارِيُّ تَعْلِيقًا
|
|
|
|
|
Hadits No.
37 |
|
|
Dari Humran
bahwa Utsman meminta air wudlu. Ia membasuh kedua
telapak tangannya tiga kali lalu berkumur dan
menghisap air dengan hidung dan menghembuskannya
keluar kemudian membasuh wajahnya tiga kali. Lalu
membasuh tangan kanannya hingga siku-siku tiga kali
dan tangan kirinya pun begitu pula. Kemudian
mengusap kepalanya lalu membasuh kaki kanannya
hingga kedua mata kaki tiga kali dan kaki kirinya
pun begitu pula. Kemudian ia berkata: Saya melihat
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berwudlu
seperti wudlu-ku ini. Muttafaq Alaihi.
|
|
وَعَنْ
حُمْرَانَ أَنَّ عُثْمَانَ دَعَا بِوَضُوءٍ
فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ تَمَضْمَضَ
وَاسْتَنْشَقَ وَاسْتَنْثَرَ ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ
غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى إلَى الْمِرْفَقِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ
الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ
الْيُمْنَى إلَى الْكَعْبَيْنِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ الْيُسْرَى مِثْلَ
ذَلِكَ ثُمَّ قَالَ : رَأَيْت رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا
مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
|
|
|
|
|
Hadits No.
38 |
|
|
Dari Ali
Radliyallaahu 'anhu tentang cara berwudlu Nabi
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dia berkata: Beliau
mengusap kepalanya satu kali. Dikeluarkan oleh Abu
Dawud. Tirmidzi dan Nasa'i juga meriwayatkannya
dengan sanad yang shahih bahkan Tirmidzi menyatakan
bahwa ini adalah hadits yang paling shahih pada bab
tersebut.
|
|
وَعَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ - فِي صِفَةِ وُضُوءِ النَّبِيِّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قَالَ : وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ وَاحِدَةً
أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُد
وَأَخْرَجَهُ التِّرْمِذِيُّ وَالنَّسَائِيُّ
بِإِسْنَادٍ صَحِيحٍ.
بَلْ قَالَ التِّرْمِذِيُّ : إنَّهُ أَصَحُّ شَيْءٍ
فِي الْبَابِ
|
|
|
|
|
Hadits No.
39 |
|
|
Dari
Abdullah Ibnu Zain Ibnu Ashim Radliyallaahu 'anhu
tentang cara berwudlu dia berkata: Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam mengusap kepalanya
dengan kedua tangannya dari muka ke belakang dan
dari belakang ke muka. Muttafaq Alaihi.
|
|
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَاصِمٍ
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا - فِي صِفَةِ الْوُضُوءِ
قَالَ : وَمَسَحَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرَأْسِهِ فَأَقْبَلَ
بِيَدَيْهِ وَأَدْبَرَ.مُتَّفَقٌ عَلَيْه
|
|
|
|
|
Hadits No.
40 |
|
|
Lafadz
lain
dalam riwayat Bukhari - Muslim disebutkan:
Beliau
mulai dari bagian depan kepalanya sehingga
mengusapkan kedua tangannya sampai pada
tengkuknya lalu mengembalikan kedua tangannya ke bagian semula.
|
|
وَفِي لَفْظٍ لَهُمَا : بَدَأَ بِمُقَدَّمِ رَأْسِهِ حَتَّى ذَهَبَ بِهِمَا إلَى قَفَاهُ
ثُمَّ رَدَّهُمَا إلَى الْمَكَانِ الَّذِي بَدَأَ
مِنْهُ
|
|
|
|
|
Hadits No.
41 |
|
|
Dari
Abdullah Ibnu Amr Radliyallaahu 'anhu tentang cara
berwudlu ia berkata: Kemudian beliau mengusap
kepalanya dan memasukkan kedua jari telunjuknya ke
dalam kedua telinganya dan mengusap bagian luar
kedua telinganya dengan ibu jarinya. Diriwayatkan
oleh Abu Dawud dan Nasa'i. Ibnu Khuzaimah
menggolongkannya hadits shahih.
|
|
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ
عَنْهُمَا - فِي صِفَةِ الْوُضُوءِ - قَالَ : ثُمَّ
مَسَحَ بِرَأْسِهِ وَأَدْخَلَ إصْبَعَيْهِ
السَّبَّاحَتَيْنِ فِي أُذُنَيْهِ وَمَسَحَ
بِإِبْهَامَيْهِ ظَاهِرَ أُذُنَيْهِ
أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيُّ.
وَصَحَّحَهُ ابْنُ خُزَيْمَةَ
|
|
|
|
|
Hadits No.
42 |
|
|
Dari Abu
Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila
seseorang di antara kamu bangun dari tidur maka
hendaklah ia menghisap air ke dalam hidungnya tiga
kali dan menghembuskannya keluar karena setan tidur
di dalam rongga hidung itu." Muttafaq Alaihi.
|
|
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
إذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ
نَوْمِهِ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلَاثًا فَإِنَّ
الشَّيْطَانَ يَبِيتُ عَلَى خَيْشُومِهِ
مُتَّفَقٌ
عَلَيْهِ
|
|
|
|
|
Hadits No.
43 |
|
|
Dari dia pula: "Apabila seseorang di antara
kamu bangun dari tidurnya maka janganlah ia
langsung memasukkan tangannya ke dalam tempat air
sebelum mencucinya tiga kali terlebih dahulu sebab
ia tidak mengetahui apa yang telah dikerjakan oleh
tangannya pada waktu malam." Muttafaq Alaihi dan
lafadznya menurut riwayat Muslim.
|
|
وَعَنْهُ إذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ
فَلَا يَغْمِسْ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ حَتَّى
يَغْسِلَهَا ثَلَاثًا فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي أَيْنَ
بَاتَتْ يَدُهُ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
وَهَذَا لَفْظُ مُسْلِمٍ
|
|
|
|
|
Hadits No.
44 |
|
|
Laqith Ibnu Shabirah Radliyallaahu 'anhu
berkata bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa
Sallam bersabda: "Sempurnakanlah dalam berwudlu usaplah sela-sela jari dan isaplah air ke dalam
hidung dalam-dalam kecuali jika engkau sedang
berpuasa." Riwayat Imam Empat dan hadits shahih
menurut Ibnu Khuzaimah.
|
|
وَعَنْ لَقِيطِ بْنِ صَبِرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَسْبِغْ الْوُضُوءَ وَخَلِّلْ
بَيْنَ الْأَصَابِعِ وَبَالِغْ فِي الِاسْتِنْشَاقِ إلَّا أَنْ تَكُونَ صَائِمًا أَخْرَجَهُ
الْأَرْبَعَةُ وَصَحَّحَهُ ابْنُ خُزَيْمَةَ
|
|
|
|
|
Hadits No.
45 |
|
|
Menurut
riwayat Abu Dawud: "Jika engkau berwudlu berkumurlah."
|
|
وَلِأَبِي دَاوُد فِي رِوَايَةٍ
إذَا تَوَضَّأْت فَمَضْمِضْ
|
|
|
|
|
Hadits No.
46 |
|
|
Dari Utsman
Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi
wa Sallam menyela-nyelai jenggotnya dalam berwudlu.
Dikeluarkan oleh Tirmidzi. Hadits shahih menurut
Ibnu Khuzaimah.
|
|
وَعَنْ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
كَانَ يُخَلِّلُ لِحْيَتَهُ فِي الْوُضُوءِ.
أَخْرَجَهُ التِّرْمِذِيُّ وَصَحَّحَهُ ابْنُ
خُزَيْمَةَ
|
|
|
|
|
Hadits No.
47 |
|
|
Abdullah
ibnu Zaid berkata: Bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi
wa Sallam pernah diberi air sebanyak dua pertiga mud lalu beliau gunakan untuk menggosok kedua
tangannya. Dikeluarkan oleh Ahmad dan dinilai shahih
oleh Ibnu Khuzaimah.
|
|
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ قَالَ : إنَّ
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى
بِثُلُثَيْ مُدٍّ فَجَعَلَ يَدْلُكُ ذِرَاعَيْهِ
أَخْرَجَهُ أَحْمَدُ وَصَحَّحَهُ ابْنُ خُزَيْمَةَ
|
|
|
|
|
Hadits No.
48 |
|
|
Dari dia
pula: bahwa dia pernah melihat Nabi Shallallaahu 'alaihi
wa Sallam mengambil air untuk mengusap kedua
telinganya selain air yang beliau ambil untuk
mengusap kepalanya. Dikeluarkan oleh Baihaqi.
Menurut riwayat Muslim disebutkan: Beliau mengusap
kepalanya dengan air yang bukan sisa dari yang
digunakan untuk mengusap kedua tangannya. Inilah
yang mahfudh.
|
|
وَعَنْهُ أَنَّهُ رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْخُذُ لِأُذُنَيْهِ مَاءً
غَيْرَ الْمَاءِ الَّذِي أَخَذَهُ لِرَأْسِهِ.
أَخْرَجَهُ الْبَيْهَقِيُّ وَهُوَ عِنْدَ مُسْلِمٍ
مِنْ هَذَا الْوَجْهِ بِلَفْظِ : وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ
بِمَاءٍ غَيْرِ فَضْلِ يَدَيْهِ وَهُوَ الْمَحْفُوظُ
|
|
|
|
|
Hadits No.
49 |
|
|
Abu Hurairah
Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku mendengar
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:
"Sesungguhnya umatku akan datang pada hari kiamat
dalam keadaan wajah dan tangan yang berkilauan dari
bekas wudlu. Maka barangsiapa di antara kamu yang
dapat memperpanjang kilauannya hendaklah ia
mengerjakannya. Muttafaq Alaihi menurut riwayat
Muslim.
|
|
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : سَمِعْت رَسُولَ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ :
إنَّ أُمَّتِي يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا
مُحَجَّلِينَ مِنْ أَثَرِ الْوُضُوءِ فَمَنْ
اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ
فَلْيَفْعَلْ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَاللَّفْظُ
لِمُسْلِمٍ
|
|
|
|
|
Hadits No.
50 |
|
|
'Aisyah
Radliyallaahu 'anhu berkata: Adalah Nabi
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam suka mendahulukan
yang kanan dalam bersandal menyisir rambut bersuci dan dalam segala hal. Muttafaq Alaihi.
|
|
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ :
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ
وَتَرَجُّلِهِ وَطَهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ
مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
|
|
|
|
|
Hadits No.
51 |
|
|
Dari Abu Hurairah
Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi
wa Sallam bersabda: "Apabila kamu sekalian berwudlu
maka mulailah dengan bagian-bagian anggotamu yang
kanan." Dikeluarkan oleh Imam Empat dan shahih
menurut Ibnu Khuzaimah.
|
|
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ
رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم (
إِذَا تَوَضَّأْتُمْ فابدأوا بِمَيَامِنِكُمْ
) أَخْرَجَهُ اَلْأَرْبَعَةُ
وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَةِ
|
|
|
|
|
Hadits No.
52 |
|
|
Dari Mughirah Ibnu
Syu'bah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu
'alaihi wa Sallam berwudlu lalu beliau mengusap
ubun-ubunnya bagian atas sorbannya dan kedua
sepatunya. Dikeluarkan oleh Muslim.
|
|
عَنْ اَلْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةٍ رضي الله عنه (
أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم تَوَضَّأَ
فَمَسَحَ بِنَاصِيَتِهِ
وَعَلَى اَلْعِمَامَةِ وَالْخُفَّيْنِ ) أَخْرَجَهُ
مُسْلِم
|
|
Hadits No.
53 |
|
|
Dari Jabir Ibnu
Abdullah Radliyallaahu 'anhu tentang cara haji Nabi
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Mulailah
dengan apa yang telah dimulai oleh Allah."
Diriwayatkan oleh Nasa'i dengan kalimat perintah
sedang Muslim meriwayatkannya dengan kalimat berita.
|
|
عَنْ جَابِرٍ بْنِ عَبْدِ اَللَّهِ رَضِيَ اَللَّهُ
عَنْهُمَا -فِي صِفَةِ حَجِّ اَلنَّبِيِّ صَلَّى
اَللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- قَالَ صلى الله عليه
وسلم (
اِبْدَؤُوا بِمَا بَدَأَ اَللَّهُ بِهِ
) أَخْرَجَهُ النَّسَائِيُّ هَكَذَا بِلَفْظِ
اَلْأَمْر ِ وَهُوَ عِنْدَ مُسْلِمٍ بِلَفْظِ
اَلْخَبَر
|
|
|
|
|
Hadits No.
54 |
|
|
Dia berkata: Nabi
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam jika berwudlu
mengalirkan air pada kedua siku-sikunya. Dikeluarkan
oleh Daruquthni dengan sanad yang lemah.
|
|
عَنْهُ قَالَ: ( كَانَ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم
إِذَا تَوَضَّأَ أَدَارَ اَلْمَاءَ عَلَى مُرْفَقَيْهِ
) أَخْرَجَهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ بِإِسْنَادِ ضَعِيف
|
|
|
|
|
Hadits No.
55 |
|
|
Dari Abu Hurairah
Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi
wa Sallam bersabda: "Tidaklah sah wudlu seseorang
yang tidak menyebut nama Allah." Diriwayatkan oleh
Ahmad Abu Dawud dan Ibnu Majah dengan sanad yang
lemah.
|
|
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ
رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم (
لَا
وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اِسْمَ اَللَّهِ
عَلَيْهِ
) أَخْرَجَهُ أَحْمَدُ وَأَبُو دَاوُدَ وَابْنُ
مَاجَهْ بِإِسْنَادٍ ضَعِيف ٍ
|
|
|
|
|
Hadits No.
56 |
|
|
Dalam hadits serupa
yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Said Ibnu Zaid
dan Abu Said Ahmad berkata: Tidak dapat ditetapkan
suatu hukum apapun berdasarkan hadits itu.
|
|
لِلترْمِذِيِّ: عَنْ سَعِيدِ بْنِ زَيْد
وَأَبِي سَعِيدٍ نَحْوُه ُقَالَ أَحْمَدُ: لَا
يَثْبُتُ فِيهِ شَيْء
|
|
|
|
|
Hadits No.
57 |
|
|
Dari Thalhah Ibnu
Musharrif dari ayahnya dari kakeknya dia berkata:
Aku melihat Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa
Sallam memisahkan antara berkumur dan hirup air
melalui hidung. Riwayat Abu Dawud dengan sanad yang
lemah.
|
|
عَنْ طَلْحَةَ بْنِ مُصَرِّفٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ
جَدِّهِ قَالَ: ( رَأَيْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله
عليه وسلم يَفْصِلُ بَيْنَ اَلْمَضْمَضَةِ
وَالِاسْتِنْشَاقِ ) أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ
بِإِسْنَادِ ضَعِيف
|
|
|
|
|
Hadits No.
58 |
|
|
Dari Ali Radliyallaahu
'anhu tentang cara wudlu: Kemudian Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berkumur dan
menghisap air melalui hidung dengan telapak tangan
yang digunakan untuk mengambil air. Dikeluarkan oleh
Abu Dawud dan Nasa'i.
|
|
عَنْ عَلِيٍّ رضي الله عنه -فِي صِفَةِ اَلْوُضُوءِ- (
ثُمَّ تَمَضْمَضَ صلى الله عليه وسلم وَاسْتَنْثَرَ
ثَلَاثًا يُمَضْمِضُ وَيَنْثِرُ مِنْ اَلْكَفِّ
اَلَّذِي يَأْخُذُ مِنْهُ اَلْمَاءَ )
أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيّ ُ
|
|
|
|
|
Hadits No.
59 |
|
|
Dari Abdullah Ibnu Zaid
Radliyallaahu 'anhu tentang cara berwudlu: Kemudian
beliau memasukkan tangannya lalu berkumur dan
menghisap air melalui hidung satu tangan. Beliau
melakukannya tiga kali. Muttafaq Alaihi.
|
|
عَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ زَيْدٍ رضي الله عنه -فِي
صِفَةِ اَلْوُضُوءِ- ( ثُمَّ أَدْخَلَ صلى الله عليه
وسلم يَدَهُ فَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ مِنْ كَفٍّ
وَاحِدَةٍ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلَاثًا ) مُتَّفَقٌ
عَلَيْه ِ.
|
|
|
|
|
Hadits No.
60 |
|
|
Anas Radliyallaahu 'anhu
berkata: Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melihat
seorang laki-laki yang pada telapak kakinya ada
bagian sebesar kuku yang belum terkena air maka
beliau bersabda: "Kembalilah lalu sempurnakan
wudlumu." Dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Nasa'i.
|
|
عَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه قَالَ: ( رَأَى اَلنَّبِيُّ
صلى الله عليه وسلم رَجُلًا وَفِي قَدَمِهِ مِثْلُ
اَلظُّفْرِ لَمْ يُصِبْهُ اَلْمَاءُ فَقَالَ:
اِرْجِعْ فَأَحْسِنْ وُضُوءَكَ
) أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيّ ُ
|
|
|
|
|
Hadits No.
61 |
|
|
Dari Anas r.a dia berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi
wa Sallam berwudlu dengan satu mud air dan mandi dengan satu sho' hingga
lima mud air. Muttafaq Alaihi
|
|
عَنْهُ قَالَ: ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه
وسلم يَتَوَضَّأُ بِالْمُدِّ وَيَغْتَسِلُ بِالصَّاعِ
إِلَى خَمْسَةِ أَمْدَادٍ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه
|
|
|
|
|
Hadits No.
62 |
|
|
Umar Radliyallaahu 'anhu
berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam
bersabda: "Tiada seorang pun di antara kamu yang
berwudlu dengan sempurna kemudian berdo'a: Aku
bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa
tiada sekutu bagiNya dan aku bersaksi bahwa Muhammad
itu hambaNya dan utusanNya-kecuali telah dibukakan
baginya pintu syurga yang delapan ia dapat masuk
melalui pintu manapun yang ia kehendaki."
Diriwayatkan oleh Muslim dan Tirmidzi dengan
tambahan (doa): "Ya Allah jadikanlah aku termasuk
orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku pula
termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri."
|
|
عَنْ عُمَرَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ
اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَا مِنْكُمْ مِنْ
أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُسْبِغُ اَلْوُضُوءَ ثُمَّ
يَقُولُ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ
وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ
لَهُ أَبْوَابُ اَلْجَنَّةِ ) أَخْرَجَهُ مُسْلِم
وَاَلتِّرْمِذِيُّ وَزَادَ ( اَللَّهُمَّ
اِجْعَلْنِي مِنْ اَلتَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنْ
اَلْمُتَطَهِّرِينَ
|
|
|
|