Berkata Hujjatul Islam Al Imam Nawawi rahimahullah :
وقد
احتج بهذه الاحاديث من شذ من المحدثين فقال الخضر عليه السلام ميت
والجمهور على حياته سبق في باب فضائله ويتأولون هذه الاحاديث على انه كان
على البحر أو انها عام مخصوص
Sungguh telah berhujjah dengan hadits ini
(hadits = Rasul saw bersabda bahwa setelah 100 tahun maka tak tersisa
lagi yang hidup diantara kita didaratan ini), mereka yang salah dari
para periwayat hadits yang mengatakan bahwa Khidir as sudah wafat, dan
Jumhur (pendapat yang terkuat dan terbanyak) mengatakan bahwa ia hidup,
sebagaimana dijelaskan dalam Bab keutamaannya, dan mereka menakwilkan
hadits – hadits ini bahwa dia (khidir as) di laut dan bukan di daratan,
atau hadits itu bermakan ‘Aammun makhsush (maknanya umum tetapi ada
pengecualian).
(Syarh Imam Nawawi ala shahih Muslim Juz 16 hal 90)
Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri r.a
katanya: Rasulullah saw telah menceritakan kepada kami pada satu hari,
cerita yang panjang tentang Dajjal. Antara perkara yang baginda
ceritakan kepada kami ialah sabdanya: “Dajjal akan datang sedangkan dia
tidak dapat memasuki jalan-jalan dan lereng-lereng bukit di Madinah maka
dia berhenti di kawasan tanah yang masin dan gersang (tiada tumbuhan)
yang terletak di luar Madinah. Maka keluar pada hari itu seorang lelaki
yang paling baik atau (keraguan rawi) antara manusia yang baik lalu
lelaki itu berkata kepada Dajjal: ‘Aku bersaksi sesungguhnya engkau ini
adalah Dajjal sebagaimana yang telah diceritakan oleh Rasulullah saw
dalam Hadisnya.’ Dajjal pun bertanya: ‘Apa pendapat kamu sekiranya aku
mematikan yang ini kemudian aku menghidupkannya semula. Adakah kamu
ragu-ragu tentang masalah itu?’ Lelaki itu menjawab: ‘tidak.’ Maka
Dajjal telah membunuhnya kemudian menghidupkannya semula. Lalu lelaki
itu berkata setelah Dajjal menghidupkannya: ‘Demi Allah. Aku lebih
mengetahui tentang dirimu sekarang ini dari apa yang aku tahu kemarin.’
Abu Sa’id menyambung lagi: “Dajjal ingin membunuh lelaki itu lagi tetapi
tidak berhasil.” Abu Ishaq berkata: “Dikatakan bahwa lelaki ini adalah
Khidir as.” (Shahih Muslim dalam Kitab Al-Fitan wa Asyratus Sa`ah)
قال
أبو اسحق يقال ان هذا الرجل هو الخضر عليه السلام أبو اسحق هذا هو ابراهيم
بن سفيان راوى الكتاب عن مسلم وكذا قال معمر فى جامعة فى أثر هذا الحديث
كما ذكره ابن سفيان وهذا لبعض منه بحياة الخضر عليه السلام وهو الصحيح
Berkata Imam Nawawi, bahwa berkata Abu
Ishaq : “dikatakan bahwa lelaki ini (hadits = lelaki yang dibunuh Dajjal
lalu dihidupkan kembali, lalu akan dibunuh lagi namun Dajjal tak mampu
berbuat kedua kalinya) adalah Khidir as, dan adapun Abu Ishaq ini adalah
Ibrahim bin Sufyan, periwayat kitab dari Muslim, dan demikian pula
dikatakan oleh Ma’mar dalam Jaami’ah dalam penjelasan hadits ini,
sebagaimana dijelaskan pula oleh Ibn Sufyan, dan ini adalah bagian dari
kehidupan Khidir as dan ini adalah shahih.
(Syarh Imam Nawawi ala shahih Muslim Juz 18 hal 72)
قال جعفر بن محمد فأخبرني أبي أن علي بن أبي طالب قال أتدرون من هذا هذا الخضر عليه السلام
(ketika Rasul saw wafat, maka datanglah
seorang pelayat yang mengucapkan kata – kata dan doa), lalu berkata
Ja’far bin Muhammad, dikabarkan oleh ayahku bhw Ali bin Abi Thalib kw
berkata : “tahukah kalian siapa lelaki ini?, ia adalah Khidhir
alaihissalam” (Tafsir Imam Ibn katsir Juz 1 hal 436)
فقال بعضهم لبعض تعرفون الرجل فقال أبو بكر وعلي نعم هذا أخو رسول الله صلى الله عليه والخضر عليه السلام
(ketika Rasul saw wafat, maka datanglah
seorang pelayat yang mengucapkan kata kata dan doa) maka berkatalah para
sahabat satu sama lain : kalian tahu siapa lelaki itu?, maka berkata
Abubakar dan Ali : Ya, ini adalah saudara Rasulullah saw Al Khidhir
alaihissalam. (Mustadrak Alaa shahihain no.4392).
Bagikan
II.32. NABI KHIDIR AS MASIH HIDUP?
4/
5
Oleh
Fatima

